Jogja Alami Hari Tanpa Bayangan & Suhu Panas

Warga menutup sinar matahari yang menyinari muka saat matahari bersinar terik di musim kemarau. - Harian Jogja/Nina Atmasari
13 Oktober 2019 17:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Wilayah DIY mengalami fenomena kulminasi atau hari tanpa bayangan, pada siang hari pukul 11.24 WIB. Sebelumnya, fenomena equinox juga terjadi di DIY sejak Jumat (11/10) dengan peningkatan suhu udara bahkan sampai 34 derajat Celcius.

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Jogja Reni Kraningtyas mengatakan fenomena kulminasi terjadi ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi langit. “Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut kulminasi utama. Pada saat itu, Matahari akan berada di atas kepala pengamat atau titik zenit, sehingga bayangan benda tegak akan terlihat menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri,” kata Reni pada Minggu (13/10) dalam rilis Stasiun Klimatologi Mlati Jogja.

Ia menjelaskan, untuk wilayah DIY yang berada di Selatan equator, fenomena kulminasi utama terjadi pada pukul 11.24 WIB. Dengan terjadinya kulminasi, suhu udara di wilayah DIY pun meningkat. “Suhu udara mencapai 34,8 derajat Celcius,” ujar Reni.

Sebenarnya, peningkatan suhu udara sudah terjadi sejak Jumat (11/10) lalu. Suhu udara maksimum pada biasanya berkisar antara 30 hingga 32 derajat celcius. Tetapi pada Jumat (11/10) kemarin, suhu udara mencapai 34 derajat celcius.

Meningkatnya suhu udara tersebut dikarenakan wilayah DIY sedang dilanda fenomena equinox. Fenomena tersebut merupakan salah satu fenomena astronomi yang terjadi ketika Matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun.

BMKG mengimbau pada saat Matahari terik dan suhu udara maksimum, masyarakat hendaknya menggunakan pelindung surya. “Selain itu, bawa bekal air minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi, terutama yang beraktifitas di luar ruangan,” kata Reni.

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa mengatakan kondisi seperti sekarang yang terjadi di wilayah DIY menandakan sudah masuknya musim pancaroba. Kondisi lintasan Matahari di khatulistiwa sekarang sudah pada posisi 7 derajat. 

Kondisi lintasan Matahari dekat dengan katulistiwa akan terjadi sampai Desember. “Namun kondisi suhu udara maksimum yang tinggi akan tergantung kondisi cuaca.  Walaupun Matahari tepat di atas DIY jika cuaca mendung atau hujan, maka suhu akan menurun karena sinar matahari terhalang awan,” ungkap Sigit.