HIPPI Siap Gandeng 1.000 Pengusaha di DIY

Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI) DIY berfoto bersama Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono (dua kanan) saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Senin (28/10/2019). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
28 Oktober 2019 16:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI) DIY periode 2019-2024 telah terbentuk. Selama masa kerjanya nanti, pengurus akan berupaya menggandeng 1.000 pengusaha di DIY untuk bersama-sama mengembangkan bisnisnya. 

Ketum Umum DPD HIPPI DIY terpilih Sarbini mengatakan, HIPPI merupakan salah satu wadah kaum pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai jenis usaha. Hingga saat ini, sudah ada 200 pengusaha yang menjadi anggota HIPPI.

“Kami ingin menggandeng pengusaha terutama anak muda. Akan kita beri pembinaan, bahkan kita fasilitasi sampai ke [pemberian] label,” kata pria yang akrab disapa Mbah Ben ini saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Senin (28/10/2019).

Dalam tujuan pengembangan bisnis ini, HIPPI tidak bekerja sendiri tetapi akan melibatkan pemerintah daerah di bidang perdagangan, pariwisata, dan juga koperasi.

Mbah Ben mengatakan di era kemajuan teknologi seperti sekarang, pengusaha harus pintar membaca peluang. Seperti pergeseran gaya hidup mahasiswa di mana saat ini fasilitas internet gratis (Wifi) menjadi kebutuhan utama kaum milenial.

Untuk itu, seorang pengusaha kuliner, tidak dapat hanya menyajikan menu makanan dan minuman untuk menarik pembeli tetapi juga menyediakan fasilitas internet. 

Hal tersebut juga dialami Suci Teguh BY selaku Kepala Bidang Properti DPD HIPPI DIY. Ia menceritakan banyak anak muda yang datang ke warung kopinya setiap malam. Kebanyakan dari mereka datang untuk menikmati kopi sembari mengerjakan tugas. “Di warung kopi saya, setiap malam ramai anak-anak mahasiswa mengerjakan tugas,” tuturnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono yang menerima kunjungan DPD HIPPI DIY mengakui adanya perubahan gaya hidup anak muda. “Kalau dulu saya ngerjain tugas ya di rumah. Kalau anak sekarang, mojok di cafe. Ini peluang bisnis memang,” katanya.

Pihaknya mengatakan bahwa Harian Jogja menjadi media cetak yang juga fokus memberitakan kegiatan ekonomi kreatif di DIY. “Kami mengulas hal-hal berbau kreatif dan unik dari para pelaku UMKM. Harapannya ini jadi inspirasi pembaca kami, jadi virus dan menular ke yang lain,” tuturnya.