Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Salah satu sanggar seni dari Dusun Pandeyan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan Bantul tampil dalam Festival Budaya dan Kuliner Watu Amben, Minggu (27/10/2019)./Istimewa-Pokdarwis Kawulo Alit
Harianjogja.com, BANTUL—Promosi salah satu destinasi wisata baru yang berada di Dusun Pandeyan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, yakni Watu Amben terus digencarkan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) DIY. Salah satunya lewat acara Festival Budaya dan Kuliner Watu Amben yang digelar selama dua hari, mulai Sabtu (26/10/2019) hingga Minggu (27/10/2019).
Salah satu pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kawula Alit Mujiana mengatakan acara tersebut merupakan acara tahunan yang melibatkan pelaku kuliner yang ada di Pandeyan. “Acara ini tujuannya sebagai promosi destinasi wisata dan juga meningkatkan perekonomian bagi pelaku kuliner yang ada di sini, jadi setiap selalu kita adakan acara festival ini,” katanya kepada Harian Jogja, Minggu.
Dalam acara itu, imbuh dia, sebanyak 53 pelaku kuliner yang ada di Watu Amben ikut serta. Selain itu juga turut dimeriahkan oleh peresmian makanan khas Watu Amben yang berupa tumpeng. “Acara ini juga sangat didukung oleh Dispar DIY dan juga Dispar Bantul. Dispar DIY juga meresmikan tumpeng sebagai makanan khas yang bakal disajikan di 53 pelaku kuliner itu,” kata Mujiana.
Tak hanya pelaku kuliner pihak Pokdarwis setempat juga melibatkan para pelaku seni budaya yang ada di Watu Amben yang tujuannya juga memperkenalkan bahwa Watu Amben memiliki daya tarik lain selain destinasi wisata dan kuliner.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Kapasitas Dispar DIY, Wardoyo, mengaku siap mendukung hal-hal atau acara yang tujuannya untuk pengembangan lokasi wisata. Menurutnya hal itu sangat penting dilakukan agar para pengunjung tidak bosan dengan inovasi yang tidak berkembang. “Kami akan selalu mendukung acara-acara seperti ini, karena di dunia wisata pertunjukan dan pengembangan inovasi itu sangat penting agar para pengunjung tetap mau datang lagi ketika di mengunjungi DIY,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan serupa bisa ditiru oleh daerah lain agar tidak hanya satu destinasi wisata saja yang berkembang, namun bisa lebih merata. “Lagipula hasilnya lumayan bisa untuk meningkatkan serta menyejahterahkan ekonomi warga sekitar,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Suzuki mulai menyerahkan XL7 terbaru kepada konsumen. Pesanan mencapai lebih dari 1.300 unit dalam 16 hari sejak diluncurkan.
PSS Sleman kembali menggelar uji coba tertutup pekan ini. Super Elja akan menghadapi salah satu tim Super League di DIY.
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)