Ini Keinginan GKR Hemas soal Danais DIY yang Mencapai Rp1,32 Triliun

Gusti Kanjeng Ratu Hemas - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
02 November 2019 10:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas berharap dana keistimewaan tahun ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan infrastruktur dan kebudayaan, namun juga penguatan sumber daya manusia (SDM).

“Dorongannya danais tak lagi hanya untuk kebudayaan dan infrastruktur tapi pembangunan manusianya,” kata Hemas, saat ditemui seusai meresmikan Pemuda Bertani Inovatif dan mandiri (Petani Idaman) di kawasan Jogja Youth Farming, Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, Jumat (1/11/2019).

Hemas mengatakan strategi pembangunan saat ini perlu diarahkan pada pembangunan SDM, “Yang penting manusianya difokuskan [supaya jadi mandiri],” ucap Hemas.

Danais DIY untuk 2020 sudah diputuskan oleh Presiden Jokowi. Besarannya Rp1,32 triliun. Alokasi danais untuk DIY tersebut lebih kecil dari usulan awal Rp2,59 triliun. Namun lebih tinggi di banding tahun ini.

Paniradya Pati Pemda DIY, Benny Suharsono, mengatakan pemanfaatan danais tahun depan masih lebih menitik beratkan pada urusan kebudayaan sebesar 51,34% dari total danais Rp1,32 triliun, kemudian disusul urusan tata ruang 44,47%, urusan pertanahan 2,57% dan kelembagaan 1,61%.

Pola pemanfaatan danais juga akan dilakukan melalui bantuan keuangan khsusus (BKK) sehingga danais bisa dikelola oleh kabupaten/kota dan desa. Pola tersebut untuk akselerasi pembangunan sampai pelosok. “Tahun ini sudah dimulai ujicoba di Gunungkidul dan Kulonprogo dan mulai ada keseimbangan. Tahun depan semua kabupaten dan kota,” kata Benny, melalui sambungan telepon.

Pola pemanfaatan danais tersebut diakui Benny tentu membutuhkan SDM yang benar-benar paham sehingga pemanfatan danais tidak salah sasaran. Karena itu penguatan SDM internal pengelola danais juga akan ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan dan pertemuan. Selain itu penguatan eksternal di masyarakat juga dilakukan.

Menurut Benny, nantinya tidak ada lagi danais untuk kegiatan yang sifatnya hanya menanggap kelompok seni seperti tahun tahun sebelumnya. Namun aktivitas kesenian dan kebudayaan yang didorong benar-benar dari masyarakat setempat dan melalui sentuhan danais kelompok kesenian tersebut semakin terangkat.

Lebih lanjut Benny mengatakan danais juga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kemiskinan DIY dimana akhir 2020 nanti Pemda DIY menargetkan angka kemiskinan mencapai 7% dari saat ini sebesar 11,7%. “Berat memang tapi harus diupayakan,” ujar Benny.