E-voting Bakal Libatkan Ribuan Mahasiswa

Puluhan kepala desa yang tergabung dalam Paguyuban Kepala Desa Sleman "Manikwoyo" mendatangi kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (1/8/2019). - Ist
03 November 2019 07:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sleman Priyo Handoyo mengatakan pihaknya telah menjalin kerjasama dengan tujuh perguruan tinggi negeri maupun swasta terkait dengan penyediaan tenaga teknis lapangan (TTL) dalam penyelenggaraan pilkades yang akan menggunakan sistem E-voting.

Adapun, salah satu bentuk kerjasama itu nantinya kampus akan merekrut mahasiswa untuk menjadi TTL. Tenaga teknis ini bertugas melakukan pendampingan di tempat pemungutan suara (TPS).

"Di tiap TPS akan ditempatkan satu orang tenaga sehingga keseluruhan dibutuhkan 1.102 mahasiswa," ujar Priyo, Jumat (1/10/2019).

Tenaga teknis lapangan ini, lanjut Priyo, akan fokus pada penanganan teknis perangkat. Sehingga SDM yang diperlukan memang harus memiliki dasar paham tentang komputerisasi.

Sebelum diterjunkan, para mahasiswa akan diberi pelatihan terlebih dulu. Sesuai kesepakatan, perguruan tinggi swasta akan melakukan perekrutan mahasiswa sebagai TTL pilkades pada bulan November, sedangkan kampus negeri di awal tahun 2020. Masing-masing perguruan tinggi merekrut sekitar 150-200 mahasiswa.

"Tenaga teknis tersebut akan mendapat honor yang bersumber dari APBD. Namun soal besaran honor, masih dibahas," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman akan menjadi kabupaten pertama yang melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara elektronik atau Pilkades e-voting tahun 2020 nanti di 49 desa. Inovasi baru didukung dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menjalin memorandum of understanding (MoU) bersama tujuh Universitas beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, pilkades serentak dijadwalkan berlangsung sekitar bulan Maret 2020, namun kepastiannya masih menunggu keputusan Bupati.

Ketujuh universitas yang turut menandatangani MoU tersebut terdiri dari tiga kampus negeri, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta.

Sedangkan, dari kampus swasta diantaranya Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas AMIKOM dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan pihaknya sengaja menjalin kerjasama dengan berbagai kampus di wilayah Kabupaten Sleman guna kelancaran Pilkades tahun 2020.

Sehingga diharapkan pelaksanaan Pilkades serentak yang menggunakan sistem elektronik tersebut nantinya dapat berlangsung lebih efisien dibanding pemilu sebelumnya.

“Semoga ini dapat menjadi jawaban dari proses pemilu serentak yang melelahkan dan bertele-tele seperti sebelumnya," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa e-voting ini mempunyai sistem keamanan yang tinggi. Dengan sistem elektronik ini menurutnya tidak mudah jika ada orang yang ingin melakukan kecurangan dibandingkan dengan memakai sistem manual.

Meski begitu hal ini harus terus disampaikan kepada masyarakat agar mereka mendapatkan pemahaman yang baik tentang sistem ini.

“Kami pun butuh waktu yang panjang untuk menjelaskan kepada masyarakat, kepada Kepala Desa, untuk meyakinkan bahwa e-voting ini sangat membantu proses demokrasi lebih bagus, lebih ringan," tutup Sri Purnomo.