Advertisement
DLH Mulai Tanam 13.000 Pohon
Ilustrasi menanam pohon - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan yang mulai mengguyur sejumlah daerah di DIY, tak terkecuali Kabupaten Sleman dimanfaatkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman untuk menanam pohon dalam rangka reboisasi sumber mata air.
Kepala DLH Sleman, Dwi Anta Sudibya mengatakan setidaknya ada 13.000 tanaman yang disiapkan di tahun ini. Dia mengatakan penanaman dilakukan sebagai upaya untuk menjaga sumber mata air di Sleman. "Di beberapa sumber mata air, kami reboisasi, agar ketersediaan air tetap terjaga," ujarnya akhir pekan lalu.
Advertisement
Dia menambahkan, belasan ribu pohon itu bakal ditanam di beberapa lokasi sumber mata air. Pohon-pohon itu telah ia siapkan sejak pertengahan 2019 untuk kemudian mulai menanam di musim penghujan. "Agar efektif kami tanam di musim hujan. Ini sudah kami siapkan. Tidak hanya dari kami saja yang menanam, tapi juga kelompok masyarakat," ucap Sudibya.
Dia berharap, upaya reboisasi tidak hanya dilakukan oleh pihak Pemkab Sleman, tetapi juga ada peran dari masyarakat. "Kalau sudah keinginan masyarakat tinggal memberi supporting," ujarnya.
BACA JUGA
Dwi menambahkan menambah jumlah pohon di jalan merupakan salah satu cara untuk menjaga kualitas udara. Selain dapat menyerap emisi karbon, kata dia, keberadaan pohon juga membuat suasana lebih sejuk.
Terlebih, kata dia, berdasarkan data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Internasional (WHO), setidaknya ada tujuh orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat polusi udara. “Polusi udara adalah darurat global. Kalau masyarakat mau menanam tanaman namun terbatas oleh lahan, bisa pakai pot, yang diletakkan di kanan kiri rumah,” ujar dia.
Meski begitu dia mengklaim kondisi udara di wilayah Sleman sejauh ini masih baik. Hal itu mengacu pada indeks kualitas udara di Sleman yang masih mencapai 78,73. “Walaupun kondisi udara baik, tetap jangan lengah. Tahun ini kami menyediakan 13.000 batang tanaman yang siap tanam,” kata dia.
Bupati Sleman, Sri Purnomo mengimbau agar selama musim penghujan masyarakat juga bisa memperhatikan kebersihan lingkungan. Sebelum selokan atau saluran air lainnya mulai dibanjiri air, alangkah baiknya masyarakat bisa memperhatikan kondisi. "Jangan sampai saluran air malah dipenuhi oleh sampah," ujarnya.
Menurut dia, apabila sampah yang dibuang saat musim kemarau tidak diperhatikan, bisa-bisa itu yang akan membuat potensi banjir. Selain itu, pihaknya mengaku sudah menyiapkan berbagai upaya menjelang musim hujan seperti penyiapan drainase agar di beberapa jalan, air tidak terlalu menggenang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Rumah Duka Dipenuhi Karangan Bunga, Pemulangan Praka Farizal Disiapkan
Advertisement
Advertisement







