Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memastikan tidak ada status darurat kekeringan di tahun ini karena saat ini sudah memasuki musim hujan. Meski demikian, bantuan air terus disalurkan karena hujan turun belum merata dan bak penampungan air hujan atau sumur warga belum menampung cukup air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya memastikan tidak ada peningkatan status darurat kekeringan di Gunungkidul. Hal ini tidak lepas karena anggaran dropping masih mencukupi. Selain itu, tidak adanya peningkatan status karena hujan mulai turun di beberapa wilayah. “Meski tinggal sedikit, dana untuk dropping masih ada. Jadi saya pastikan tidak ada peningkatan status apapun berkaitan dengan masalah kekeringan,” kata Edy, Minggu (3/11/2019).
Dia menjelaskan ketiadaan status darurat kekeringan tidak lepas dari banyaknya bantuan dari pihak ketiga. Sebagai contoh untuk saat ini BPBD membantu menyalurkan bantuan air bersih dari Bappeda DIY. “Sudah berlangsung dan sekarang masih ada sekitar 100 tangki yang harus disalurkan. Bantuan-bantuan seperti inilah yang membantu kami dalam upaya memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat,” katanya.
Edy menuturkan saat ini sejumlah wilayah di Gunungkidul sudah mulai turun hujan. Meski demikian, curah hujan yang turun belum merata sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih. Hal ini terlihat dari banyaknya bak penampungan air hujan atau sumur warga yang masih kosong. Untuk itu, BPBD terus menyalurkan bantuan hingga pertengahan November mendatang. “Stok bantuan masih ada dan terus kami distribusikan,” tuturnya.
Edy menambahkan selama proses pengiriman bantuan, awak armada pengangkut akan melihat kondisi di lapangan terkait dengan kebutuhan air di masyarakat. “Sopir kami minta mengecek, kalau sudah mencukupi maka bantuan dihentikan,” katanya.
Salah seorang warga Desa Giriasih, Kecamatan Panggang, Edi Setiawan, mengatakan di wilayahnya masih sebatas gerimis dan belum turun hujan deras. Ia berharap hujan deras segera turun sehingga membantu warga untuk mendapatkan air bersih. “Sudah mendung tapi hanya gerimis,” katanya.
Disinggung mengenai pasokan air selama kemarau, Edi mengakui warga banyak mendapatkan bantuan dari program pamsimas yang ada di wilayahnya. “Saat kemarau debitnya kecil, tapi berkat program ini warga masih bisa mendapatkan pasokan air bersih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
BYD Atto 1 kembali menjadi mobil terlaris di Indonesia pada Agustus 2026 dengan penjualan 5.538 unit, menggeser Daihatsu Gran Max Pikap dari posisi puncak.
Striker Kroasia Ivan Mamut resmi gabung Persija Jakarta untuk Super League 2026/2027. Simak profil, statistik gol, dan komentar Ardhi Tjahjoko.
Kelok 23 segera diuji coba. DPRD DIY mendorong Bantul dan Gunungkidul menangkap peluang ekonomi dari akses baru JJLS.
Kemenhaj menghapus lunas tunda ganti haji khusus untuk menutup celah jual beli antrean dan memastikan keberangkatan sesuai nomor porsi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), mulai dari pemanfaatan energi surya