Ketua KPU DIY Yakin Pilkada 2020 Lebih Ringan dan Mudah

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, memukul gong saat membuka secara resmi Launching Tahapan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 2020 di Balai Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Senin (4/11/2019). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
04 November 2019 20:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDULKetua KPU DIY, Hamdan Kurniwan, mengungkapkan Pilkada 2020 yang digelar secara serentak pada 23 September 2020 dinilai cukup ringan dan mudah ketimbang Pemilu 2019.

"Kalau secara event, penyelenggaraan Pilkada 2020 lebih ringan. Kalau dulu ada rekapitulasi di kecamatan berhari-hari, saat pilkada hanya rekapitulasi satu surat suara," kata Hamdan saat ditemui di sela-sela Launching Tahapan Pilkada 2020 di Balai Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Senin (4/11/2019).

Bahkan, kata Hamdan, karena surat suara hanya ada satu, KPU Pusat berencana akan membuat tahapan dan sistem rekapitulasi berbasis online. Saat ini, tahapan yang diberi nama Rekapitulasi-El itu masih terus diuji coba. "Sudah ada rencana KPU untuk menggunakan sistem Rekapitulasi-El, meskipun kami belum tau seperti apa nantinya tapi rencana itu masih terus digodok," ujarnya.

Meski nantinya belum bisa diterapkan, rekapitulasi manual bisa dilakukan dan Hamdan meyakini rekapitulasi tidak akan berlangsung lama. "Kalau rekap manual sekalipun, itu tidak akan lama karena hanya satu surat," ujarnya.

Selain itu, para calon juga dibatasi dengan syarat-syarat sehingga diyakini pelaksanaan lebih mudah dan ringan. KPU optimistis Pilkada 2020 yang digelar di Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Sleman bisa berlangsung dengan aman dan lancar.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, mengungkapkan Gunungkidul memiliki kesiapan yang bagus dalam penyelenggaraan pesta demokrasi pada 2020, mulai dari bentuk kedewasaan berpolitik hingga kedewasaan berdemokrasi. "Sehingga kami bisa menjaga proses dan hasil Pilkada 2020 dengan baik," ujarnya.

Ia menjelaskan proses pemilu itu mulai dari tahapan yang dilalui dengan regulasi maupun realitas sosial masyarakat, sehingga menghasilkan sosok figur pimpinan daerah yang sesuai cita-cita warga di Bumi Handayani. "Bentuk penyelenggaraan yang baik dan benar menjadikan Gunungkidul maju, mandiri, dan sejahtera," kata dia.