BPBD Gunungkidul Pantau EWS di Titik Rawan longsor

Salah satu titik longsor di Semin. - Ist
04 November 2019 21:07 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor saat musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terus memantau early warning system (EWS) yang dipasang di sejumlah titik rawan longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Gunngkidul, Edy Basuki, menjelaskan pengecekan dilakukan guna memantau kerusakan yang ada pada alat tersebut, sehingga ketika musim hujan tiba, ancaman tanah longsor bisa terpantau dengan baik. "Untuk kawasan Gunungkidul ada 63 EWS yang tersebar di sejumlah titik yang berpotensi longsor," kata Edy saat ditemui Harian Jogja, Minggu (3/11/2019).

Ia menuturkan awal November ini merupakan waktu yang tepat untuk mengecek EWS. Menurutnya, komponen EWS yang rawan rusak yakni komponen baterai atau aki. "Petugas kami terjunkan untuk mengecek kondisi EWS agar saat hujan mulai turun secara merata, EWS sudah siap," ujarnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Gunungkidul bakal diguyur hujan secara menyeluruh pada dasarian kedua. Menurut Edy, saat ini hujan mulai turun tetapi belum merata di semua wilayah. "Diprediksi hujan bakal mengguyur wilayah Gunungkidul secara merata di akhir November mendatang," ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya bencana hidtrometeorologi, khususnya tanah longsor, BPBD mengimbau kepada masyarakat khususnya di zona utara Gunungkidul untuk waspada. "Potensi tanah longsor juga perlu diwaspadai saat puncak hujan di Februari 2020 mendatang," kata dia.

Terkait dengan dropping air, Edy Basuki menyatakan meski hujan mulai turun, pengedropan air ke wilayah terdampak kekeringan terus dilakukan. Menurutnya, hujan yang turun belum berpengaruh terhadap ketersediaan air. Permintaan air bersih dari masyarakat masih banyak. “Kami terus mengedrop air ke wilayah yang mengalami kekeringan hingga tidak ada lagi permintaan. Saat ini hujan belum merata dan penampungan air hujan [PAH] dan sumur juga belum terisi," ujar dia.