Pondok Pesantren di Gunungkidul Harus Jadi Pelopor Santri Sehat

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, memaparkan program Pesantren Sehat 2019 dalam lokakarya yang digelar di Hotel Cyka Raya, Selasa (5/11/2019). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
05 November 2019 20:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul menggelar lokakarya Pesantren Sehat 2019 di Hotel Cyka Raya, Selasa-Kamis (5-7/11/2019). Dalam kegiatan ini, pesantren diimbau untuk menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sehat untuk para santrinya.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan pesantren sehat sebenarnya sudah dirasakan di sebagian pesantren yang ada di Bumi Handayani. Meski demikian, masih banyak pesantren yang belum mengetahui konsep pesantren sehat yang baik. "Sebagian pesantren belum memahami konsep pesantren sehat yang baik itu seperti apa," kata Dewi saat ditemui Harian Jogja, Selasa.

Salah satu contohnya, menurut Dewi, ada pada perilaku saat guru mengajar sambil merokok di hadapan para santri. Menurutnya, perilaku itu menjadi contoh kurang baik khususnya untuk menjaga kesehatan. Selain itu, sanitasi di pesantren, tempat mandi hingga perilaku para santri dalam kehidupan sehari-hari masih jauh dari kata sehat. "Kami memulai dengan lokakarya dengan melibatkan beberapa pesantren, dan tahun depan kami juga menyasar pesantren lainnya," ujarnya.

Diharapkan dengan lokakarya ini pesantren bisa tumbuh menjadi pesantren yang memenuhi konsep sehat yang baik. Ke depan, Dinkes bakal melibatkan sejumlah puskesmas agar terlibat dalam program Pesantren Sehat. "Kami punya banyak puskesmas, dan puskesmas ini punya tanggung jawab untuk mewujudkan program Pesantren Sehat. Jadi secara mandiri ada pelayanan dari puskesmas," katanya.

Fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM) Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Theresia Rabina, mengungkapkan lokakarya ini mengundang seluruh unsur pondok pesantren, mulai dari santri, ustaz, pimpinanan pondok pesantren, serta jajaran puskesmas dan perangkat desa.

Dengan adanya lokakarya ini semua yang terlibat bisa bersama-sama berkomitmen untuk menyelenggarakan pesantren yang sehat, sehingga bisa menjadikan siapapun yang ada di dalamnya bisa merasakan konsep sehat yang baik dan teratur. "Diharapkan masyarakat atau santri yang ada di pesantren juga bisa sehat," ujarnya.

Menurut Theresia Rabina, Kementerian Kesehatan terjun langsung dalam upaya menerapkan pola hidup sehat di dalam pesantren. Hal ini sangat penting, terlebih di dalam pesantren telah lama diajarkan bahwa sehat itu sebagian dari iman.