Sejumlah Sumur di Jogja Mengering karena Kemarau & Penurunan Muka Air Tanah

Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings
07 November 2019 18:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kemarau panjang dan penurunan muka air tanah mengakibatkan kekeringan di sejumlah daerah di DIY, tak terkecuali Kota Jogja. Beberapa sumur di Keparakan, Kecamatan Mergangsan, dan Panembahan, Kecamatan Kraton bahkan asat alias mengering.

Salah satu warga RT 7 RW 2 Kelurahan Keparakan, Maha Deva, mengatakan dua dari empat sumur yang menjadi sumber air warga, sudah kering. “Dua lagi masih bisa diambil airnya meski volumenya berkurang banyak,” kata dia, Kamis (7/11/2019).

Kondisi ini mulai dirasakan warga sekitar satu pekan belakangan. Deva dan sejumlah warga berinisiatif menambah kedalaman salah satu sumur yang kekeringan. “Tadinya kedalaman tujuh meter, digali lagi jadi delapan meter. Alhamdulillah sudah keluar sedikit-sedikit, semoga bisa bertahan,” ujarnya.

Sumur diperdalam itu sudah dibangun sejak lima tahun yang lalu. Sejak saat itu baru kali ini sumur itu kering. " Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Hari Wahyudi, mengatakan belum mendapat laporan kekeringan di Keparakan, tapi beberapa hari belakangan telah mendapat laporan kekeringan di Kelurahan Panembahan.

Menurut dia terdapat empat sumur yang asat. Sama dengan kasus di Keparakan, warga Panembahan yang sumurnya kekeringan berswadaya mengebor sumurnya hingga kini telah kembali mengeluarkan air.

Ia menuturkan kekeringan sumur selalu terjadi hampir setiap tahun dengan titik yang selalu berganti. “Ini disebabkan oleh penurunan air tanah. Warga yang sekarang sumurnya kekeringan tahun lalu masih ada airnya, jadi belum diperdalam,” katanya.