Pemuda 23 Tahun di Kulonprogo Gantung Diri di Dapur Rumah, Penyebabnya Misterius

Tim Medis tengah memeriksa jasad Panji Antoro, terduga bunuh diri dengan cara menggantung di rumahnya di Dusun Pleret I, Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, Kamis (7/11/2019). - Ist/Polsek Panjatan
09 November 2019 11:59 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Panji Antoro, 23, ditemukan tewas tergantung di dapur rumahnya di Dusun Pleret I, Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, Kamis (7/11/2019) petang. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh ibu korban, Saniyem, 45.

Kapolsek Panjatan AKP Gunardi Tejamurti menerangkan awalnya Saniyem baru saja pulang dari sawah pada Kamis sekitar pukul 18.00 WIB. Lalu, masuk rumah lewat pintu belakang yang merupakan ruangan dapur.

Saat masuk di ruangan tersebut, Saniyem kata Gunardi sempat heran karena gelap gulita. Biasanya menjelang petang, lampu ruangan sudah dihidupkan oleh sang anak. Saniyem lantas mencari senter. Dalam pencarian itu, dia menyenggol sebuah benda.

Penasaran, Saniyem meraba benda apa yang telah ia senggol itu. Tak disangka benda itu ternyata anaknya. Lebih miris lagi, sang anak sudah dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali tampar.

Mengetahui hal itu, Saniyem berteriak histeris. Dia menjerit minta tolong. Tetangga yang mendegar teriakan itu kemudian berdatangan. Termasuk Pakde korban, Sismanto, 53 yang kemudian menurunkan jasad sang keponakan dan melaporkan hal ini ke kepolisian setempat.

"Setelah mendapat laporan dari warga kami bersama anggota dan tim Inavis Polres serta Tim Medis Puskesmas 2 Panjatan menuju lokasi," ujar Gunardi, Sabtu (9/11/2019).

Dikatakan Gunardi, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. Korban dipastikan tewas karena gantung diri. Hal itu diperkuat dengan keluarnya cairan sperma dan luka di leher bekas lilitan tali.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui alasan Panji nekat melakukan aksi tersebut.