Mulai Hujan, Warga Gunungkidul Diminta Bersihkan Luweng

Kondisi luweng yang ada di Dusun Ngasem, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Jumat (7/9/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
10 November 2019 07:17 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta kepada masyarakat Gunungkidul untuk mulai aktif membersihkan lingkungan sekitarnya. Terlebih bagi rumah warga dikelilingi sungai-sungai yang sering berpotensi banjir.

"Banjir yang sering terjadi di Gunungkidul ada berbagai macam, ada yang disebabkan karena sungai meluap, juga ada yang karena tertutupnya luweng-luweng," kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, Sabtu (9/11/2019).

Ia menuturkan wilayah Gunungkidul kerap kali dihantui oleh banjir dari sungai yang meluap, di antaranya sungai Oyo, sungai Gedangsari hingga sungai-sungai yang berada di Kota Wonosari.

Edy menjelaskan selain akibat sampah yang menumpuk, sungai-sungai yang meluap hingga mengalami banjir akibat adanya penyempitan bibir-bibir sungai yang membuat air sungai mengalami peninggian debit saat hujan sudah cukup deras.

"Sering kali sungai-sungai kecil yang menyempit yang berpotensi debit air meninggi dan meluap kemana-mana yang berakibat banjir di wilayah warga," kata dia.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta mulai aktif membersihkan kawasan luweng-luweng bawah tanah yang dinilai menjadi pemicu terjadinya banjir genangan. Ia menjelaskan luweng-luweng yang banyak tersebar di wilayah Gunungkidul kerap kali tertutup oleh rumput dan ranting pohon.

"Karena ada beberapa titik yang seharusnya bisa dilewati dan dimasuki air ternyata tertutup daun dan ranting, makanya sering terjadi banjir genangan," papar dia.

Sehingga, BPBD terus melakukan imbauan kepada seluruh masyarakat Gunungkidul untuk turut aktif dalam membersihkan sungai dan kawasan luweng. Menurutnya, pembersihan lingkungan sebagai solusi untuk menghindarkan wilayah Gunungkidul dari banjir.

"Tentu kita harus aktif melakukan pembersihan di sungai-sungai dan luweng-luweng sehingga kita bisa mengantisipasi agar banjir tidak terjadi," tuturnya.

Edy menuturkan pemerintah kabupaten saat ini sedang gencar-gencarnya merenovasi luweng-luweng yang dinilai menjadi pemicu terjadinya banjir genangan seperti beberapa luweng yang ada di Dusun Trasih, Desa Giriasih, Kecamatan Purwosari.

"Gunungkidul kan memiliki kerawanan bencana yang cukup tinggi seperti banjir saat puncak musim hujan tiba," kata Edy.