Ini 5 Calon Kepala Daerah Bantul dari PDIP, Salah Satunya Abdul Halim Muslih

Abdul Halim Muslih - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
11 November 2019 17:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah mengunci lima kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul pada Pilkada 2020 mendatang. Kelima nama tersebut sudah diserahkan kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DIY dan DPP untuk mendapatkan rekomendasi.

“Sekarang tinggal menunggu rekomendasi DPP,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Bantul, Joko B Purnomo, di sela-sela Kampanye Sadar Wisata di Balai Desa Panjangan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Senin (11/11/2019).

Lima nama yang diusulkan sebagai bakal calaon bupati dan wakil bupati Bantul yang akan diusung PDIP tersebut adalah Joko Purnomo, Bambang Wisnu Handoyo yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) DIY, Agus Santoso, dan Kompol Kusilah yang masih menjadi anggota Polri di Polres Bantul, serta Abdul Halim Muslih yang saat ini menjadi Wakil Bupati dan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Joko mengatakan lima nama tersebut juga sudah memaparkan visi misi dan strategi dalam membangun Bantul yang digelar DPD PDIP DIY. Selanjutnya nama-nama tersrbut diaerahkan ke DPP. Ia berujat DPC PDIP Bantul hanya bertugas melakukan penjaringan dan sudah dilakukan.

Ia mengklaim sudah tidak memungkinkan lagi usulan nama dari DPC dan DPD sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul di luar lima nama tersebut. Namun demikian, jika DPP PDIP nantinya menghendaki nama lain, DPC tidak bisa berbuat banyak, “DPP kan punya kewenangan boleh mengeluarkan nama [selain lima nama yang diajukan DPC Bantul]. Kewenangan kami hanya mrnjaring dan sudah kami sampaikan,” ujar Joko.

Anggota DPRD DIY ini menegaskan sampai saat ini belum ada partai yang sudah menjalin komitmen dalam koalisi dengan PDIP. PDIP masih membuka diri dan masih dalam proses penjajakan dengan sejumlah partai.

Joko Purnomo juga menyampaikan apresiasi terhadap Partai Gerindra yang sedang menggelar penjaringan bakal calon dan memasukkan namanya sebagai bakal calon yang akan diundang untuk ikut dalam proses penjaringan. Namun, Joko hanya ingin maju lewat PDIP.