Kraton Jogja Ancam Pecat Abdi Dalem yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswi

Kraton Ngayogyakarta. - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 November 2019 21:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan memberikan tindakan tegas berupa pemecatan terhadap seorang abdi dalem yang terbukti melakukan pelecehan seksual. Kasus seorang abdi dalem melanggar norma kesusilaan ini terjadi Alun-Alun Utara Jogja yang tak lain adalah di depan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada Minggu (10/10/2019).

Penghageng Kawedanan Hageng Panitra Puro Kraton Ngayogyakarta GKR Condrokirono, mengatakan kraton akan memberikan sanksi kepada seorang abdi dalem yang diduga melakukan tindakan tersebut. Namun sanksi itu diberikan setelah terbukti bersalah. Ia mengakui sanksi yang dimaksud bisa sampai pada pemecatan.

“Kita mengikuti peraturan yang berlaku di Kraton. Bila terbukti bersalah akan diberhentikan sesuai peraturan yang ada,” terangnya saat dimintai konfirmasi Harianjogja.com melalui ponselnya, Selasa (12/11/2019).

Berkas abdi dalem tersebut saat ini sudah berada di Tepas Parentah Hageng, namun pihaknya masih perkembangan laporan dari kepolisian. “Semua berkas abdi dalem [tersebut] sudah di Tepas Parentah Hageng. Kami masih menunggu hasil laporan dari kepolisian,” ujarnya.

Terungkapnya kasus ini bermula saat seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jogja melapor ke posko Forum Komunitas Alun-Alun Utara (FKKAU) dan Pam Budaya pada Minggu (10/11/2019) malam karena menjadi korban pelecehan seksual. “Mahasiswa ini melapor ke posko kami, sebagai korban [pelecehan seksual], kemudian kami lakukan pencarian terhadap ciri-ciri yang disampaikan akhirnya ketemu,” kata Sekretaris FKAAU Jogja Kresnadi yang saat ini turut menangani kasus tersebut.

Abdi dalem itu diketahui berinisial SW, 68, asal Kulonprogo. Adapun korbannya dalah mahasiswa salah satu perguruan tinggi swata di Jogja.

Kresnadi menambahkan saat ditemukan, seorang abdi dalem tersebut mengenak pakaian peranakan dan bergabung dengan abdi dalem lainnya di pagelaran kraton. “Sempat diperiksa juga dan mengakui melakukan itu [pelecehan],” ucapnya.