Aerotropolis dan Tol Percepat Tercapainya SDGs

Ilustrasi. - Bisnis/Arief Hermawan P
13 November 2019 20:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan infastruktur seperti tol dan aerotopolis di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo akan mampu mempercepat tercapainya sasaran tujuan pembangunan berkelanjutan atau lazim disebut Sustainable Development Goals (SDGs).

Kepala Bappeda DIY Budi Wibowo mengatakan infrastruktur menjadi salah satu dari dua faktor yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan di DIY, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2017 paling tinggi secara nasional di angka 7,9% kemudian pada triwulan pertama 2019 mencapai 7,5% bahkan Kulonprogo bisa mencapai 10,15%.

“Tol Jogja sampai Cilacap 2020 harus dibangun, karena infrastruktur ini penting, ketika sudah ada, maka pada 2021, 2022 sudah terjadi sustainable. Kemudian masyarakat mulai bergerak dan aerotropolis mulai dibangun, pariwisata juga dibangun maka saya yakin DIY akan tetap di atas rata-rata nasional. Tetapi kami ingin pertumbuhan ekonomi yang baik bisa menggerus angka kemiskinan,” kata dia dalam seminar bertajuk Membangun Kemitraan untuk Mencapai SDGs, di Hotel Marriott Yogyakarta Rabu (13/11/2019).

General Affairs Manager PT TEP Indonesia Afiat Djajanegara menyatakan kesiapannya memberikan dukungan kepada Pemda DIY untuk mencapai target SDGs di 2020 dengan melibatkan berbagai elemen mulai dari perguruan tinggi hingga LSM. Ia sepakat semua pihak perlu bergandeng tangan dalam mensukseskan SDGs di 2030 sehingga berbagai persoalan mulai dari kemiskinan hingga infrastruktur bisa tertangani.

Melalui kenaikan pertumbuhan ekonomi akan memicu pertumbuhan ekonomi lainnya untuk naik. Sehingga keberadaan tol di Jogja yang akan segera dibangun serta aerotropolis kawasan YIA akan dapat mempercepat tercapainya SDGs.

Perusahannya juga berkomitmen membangun kemitraan dengan LSM lokal DIY dan mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Untuk menyelesaikan persoalan ketimpangan wilayah di DIY, maka titik pertumbuhan ekonomi baru harus ditingkatkan terutama di kawasan selatan DIY.

Pasalnya, penduduk miskin di DIY paling banyak ada di kawasan selatan dibandingkan utara. Tanpa adanya titik pertumbuhan ekonomi yang baru di kawasan tersebut maka persoalan ketimpangan dan kemiskinan sulit teratasi. “Tetapi swasta, LSM harus membantu masuk di dalamnya karena APBD kita enggak akan kuat,” katanya.