Kenalkan Taiji Quan di Selasa Wage

Praktisi taiji quan ketika menampilkan jurus lian gong shi ba fa dalam momen Selasa Wage di pintu selatan Gedung DPRD DIY, Jogja, Selasa (5/11)./ Ist - ADYTI DIY
14 November 2019 07:22 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—DPD Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) DIY mengapresiasi keberadaan momen Selasa Wage di sepanjang jalan Malioboro. Melalui acara tersebut ADYTI mengenalkan olahraga taiji quan kepada masyarakat.

Ketua DPD ADYTI DIY Pudiarso Rahardjo mengungkapkan sebanyak 50 orang dari berbagai sasana taiji quan di DIY ikut meramaikan Selasa Wage dengan menunjukkan kebolehannya mempraktikkan gerakan-gerakan dalam taiji quan. Mereka tampil di area pintu selatan gedung DPRD DIY, Jogja, Selasa (5/11).

"Kami baru pertama kali ini tampil di Selasa Wage. Kami sangat senang bisa mendapatkan kesempatan ini untuk tampil di hadapan masyarakat," kata dia ketika dihubungi Harian Jogja, Rabu (6/11).

Pudi menyebutkan dalam kesempatan itu, para praktisi taiji quan tersebut menampilkan lima jurus. Kelima jurus tersebut yakni lian gong shi ba fa, ba fa wu bu, taiji delapan jurus, taiji 24 jurus, taiji 32 jurus dan taiji 42 jurus. Menurutnya, masyarakat sangat antusias terhadap taiji quan. Banyak dari mereka yang melihat-lihat. Diharapkan dari ketertarikan tersebut, akan semakin banyak masyarakat yang mengenal taiji quan. "Melalui kegiatan ini kami ingin semakin menggelorakan semangat berolahraga masyarakat. Kami ingin memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat," jelas dia.

Pudi mengungkapkan ADYTI DIY akan rutin tampil dalam Selasa Wage. Ia berharap masyarakat semakin mengenal dan mengetahui manfaat taiji quan bagi kesehatan. "Semoga peminatnya semakin bertambah banyak dan taiji quan makin berkembang," ungkap dia.

Agenda Selasa Wage merupakan salah satu sarana untuk menyosialisasikan taiji quan kepada masyarakat. Selain itu, ADYTI DIY kerap dan aktif mengikuti kegiatan yang memiliki potensi untuk mengenalkan taiji quan seperti car free day dan Imlek.

Jogja Chinese Art and Culture Center (JCACC) juga mengapresiasi kehadiran ruang publik sepanjang Malioboro dalam momentum car free day dan program Reresik Selasa Wage. Ketua I JCACC Jimmy Sutanto mengungkapkan melalui momentum ini, masyarakat yang memadati kawasan Malioboro pun bisa mengenal kebudayaan Tionghoa.

"Menjadikan Malioboro sebagai panggung pertunjukan pada momentum Selasa Wage ini perlu diapresiasi. Dalam momen ini tidak hanya seni dan budaya DIY yang ditampilkan, tetapi juga ragam seni budaya nusantara dan juga Tionghoa," kata dia. (Kusnul Isti Qomah)