Dispar DIY Terus Dampingi Desa Wisata

Salah satu narasumber memaparkan materinya dalam Pendampingan Desa Wisata di kawasan Desa Wisata Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Panjangan, Bantul, Selasa (19/11/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
19 November 2019 22:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwsata (Dispar) DIY bekerja sama dengan Pokdarwis Desa Wisata Krebet menggelar Pendampingan Desa Wisata di kawasan Desa Wisata Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Panjangan, Bantul, Selasa (19/11/2019). Pendampingan ini dilakukan untuk memajukan Krebet sebagai salah satu destinasi wisata yang unggul di DIY.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dispar DIY, Wardoyo, mengatakan pendampingan desa wisata ini diikuti 80 peserta yang dibagi menjadi tiga kelas, yakni kelas A, B dan C. “Di kelas A kami bahas tentang bagaimana pengelolaan desa wisata, seperti pengelolahan sampah dan juga cara memunculkan inovasi baru agar para pengunjung yang kesini tidak bosan untuk datang lagi,” katanya kepada Harian Jogja, Selasa.

Adapun di kelas B, dibahas soal materi tentang pengelolaan homestay. “Selain itu ada juga praktik memasak dengan chef profesonal. Kuliner dan homestay memang jadi poin yang sangat penting bagi perkembangam desa wisata,” ucap Wardoyo.

Di kelas C yang diikuti oleh anak muda setempat, lebih banyak membicarakan tentang pemasaran serta penjenamaan desa wisata. Dalam acara tersebut Dispar DIY menghadirkan sejumlah praktisi wisata serta akademisi dari Pusat Studi Pariwisata UGM.

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Krebet, Agus Jati Kumara mengaku memerlukan pendampingan secara intens. Pasalnya di Krebet, diakui dia, masih banyak warga yang belum tahu persis bagaimana cara mengelola destinasi wisata. “Kami sangat berterimakasih kepada Dispar DIY yang telah memberikan pembekalan. Sejujurnya kami sangat butuh lebih banyak lagi tentang ilmu seperti ini. Tadi ada pembekalan tentang homestay, pengelolaan desa wisata, hingga soal promosi di media sosial,” katanya.

Menurut dia, ketga materi itu sangat berguna. Dia berharap nantinya Desa Krebet bisa turut berkontribusi menambah angka kunjungan wisata di DIY, khususnya di Bantul sendiri. “Selain itu dengan adanya acara ini saya berharap para warga mampu lebih bergotong-royong lagi untuk bisa lebih berkembang lagi,” ucap Agus.