Tak Terkait Teroris, Ada Komunitas Pencinta Olahraga Lempar Pisau di Jogja

Sajam pisau lipat. - Ist/Polsek Kotagede
22 November 2019 13:47 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Seorang terduga teroris ditangkap di Dusun Ngunut Tengah RT 12/RW02, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pria bernama Markino (37) itu digerebek Densus 88 di rumahnya pada Rabu (20/11/2019). Berdasarkan penuturan warga sekitar, ada keanehan pada Markino. Ia diketahui masyarakat sekitar sering berlatih melempar pisau setiap sore.

Salah seorang tetangga Markino, Supoyo di Gunungkidul, Rabu (20/11/2019), mengatakan warga di sini sering melihat Markino melempar pisau dengan sasaran sebuah pohon pada sore hari. "Kami tidak menaruh curiga sama sekali. Kami kira hanya latihan bisa untuk ketangkasan," kata Supoyo.

Menanggapi hal itu, Federasi Olahraga Lempar Pisau dan Kapak (Forlempika) Daerah Istimewa Yogyakarta dan klub lempar yang berada dibawah Forlempika DIY (Jogja Flying Metal, Mataram Throwing knife,Sleman Flying metal, Kombater, Lempar pisau Piyungan, Gravity Throwing Club, UWS dan Lempar Pisau kulonprogo) mengeluarkan pernyataan.

Sejumlah organisasi ini menyatakan tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan lempar pisau yang berada dalam pemberitaan tersebut. “Kegiatan lempar pisau yang kami lakukan adalah murni kegiatan olahraga prestasi, seperti halnya panahan,” kata Ketua Forlempika Pengda DIY, Victor MH, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (22/11/2019).

Ia mengatakan lempar pisau adalah olahraga ketepatan yang sudah dipertandingkan nasional bahkan internasional

Selanjutnya, Victor mengajak masyarakat yang tertarik pisau lempar untuk mengikuti kegiatan ini sebagai aktivitas olahraga dengan latihan rutin yang diadakan masing-masing klub lempar pisau.

“Ini murni olahraga yang tidak ada sangkutpautnya dengan terorisme,” tegasnya.