Tinjau YIA, Tim CIQ Pastikan Siap Bertugas

Jajaran Tim CIQ saat melakukan peninjauan di YIA, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Kamis (21/11/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
22 November 2019 06:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, TEMON - Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta meninjau pembangunan sarana prasarana untuk ditempati personil dan fasilitas Custom Immigration Quarantine (CIQ) di Yogyakarta International Airport (YIA), Kabupaten Kulonprogo, Kamis (21/11/2019) siang. Kegiatan ini dalam rangka menyambut operasional penuh bandara tersebut.

Seperti diketahui operasional penuh bandara yang berlokasi di Kecamatan Temon ini rencananya dilaksanakan pada pertengahan tahun depan. Diawali pemindahan penerbangan domestik dari Bandara Adisucipto, Sleman ke YIA, pada Januari, kemudian disusul penerbangan internasional tiga bulan berikutnya.

"Mengingat April dijadwalkan operasional penuh, kami bersama Tim CIQ ingin tahu sejauh mana pembangunan sarpras CIQ di YIA," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta, Sutrisno usai peninjauan, Kamis.

Kegiatan ini turut melibatkan dua instansi lain yang juga bagian Tim CIQ, yakni Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Yogyakarta dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Yogyakarta.

Tim tersebut mengawali peninjauan di lantai dua dan tiga terminal YIA yang diperuntukkan bagi penumpang domestik. Dilanjutkan peninjauan di terminal internasional yang berada di lantai dasar.

Menurut Sutrisno pembangunan sarpras khususnya untuk bagian imigrasi hampir rampung dengan progres sekitar 60%. "Progres cukup bagus, kira-kira sudah 60 persenan, kita dari Tim CIQ masing-masing telah siap untuk perangkat, ya syukur-syukur kalau Angkasa Pura 1 mau sediakan perangkat, yang pasti kita tetap dukung bandara ini," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Pabean Cukai 1 KPPBC TMP B Yogyakarta, Handoko. Menurutnya pembangunan sarpras CIQ ini sudah sesuai dengan konsep awal. "Semua sudah disiapkan sesuai konsep awal, tapi memang ada beberapa yang belum bisa kita liat karena masih proses pembangunan, tapi secara garis besar, kami dari bea cukai sudah peroleh gambaran nantinya akan ditempatkan di mana," ucapnya.

Dia menyatakan saat operasional penuh nanti, Tim CIQ akan bekerja semaksimal mungkin memastikan keamanan YIA. Sinergitas antar personil CIQ juga dikuatkan, mulai dari layanan imigrasi yang mengurus penumpang, bea cukai terkait barang dan juga karantina menyoal flora fauna.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKP Kelas II Yogyakarta, Budi Susilo mengatakan timnya sudah bertugas di YIA sejak bandara ini membuka penerbangan komersial beberapa waktu lalu. "Kami sudah operasional di terminal kedatangan YIA sejak dibuka penerbang domestik," ucapnya.

Dikatakan Budi, Tim CIQ khususnya bagian karantina sangat diperlukan guna mencegah sebaran penyakit maupun hama yang dibawa hewan maupun tumbuhan. Terlebih dengan adanya direct flight ke YIA kian meningkatkan risiko tersebut. "Dengan adanya direct flight, memiliki risiko tinggi membawakan penyakit atau hama tumbuhan. Kami pastikan siap untuk bertugas," ujarnya.

Progres Capai 86%

Project Manager Pembangunan YIA PT. AP 1, Taochid Purnama Hadi, mengatakan hingga pekan lalu progres pembangunan bandara ini sudah mencapai 86%. Saat ini fokus pengerjaan menyasar terminal penumpang dan fly over.

Dua infrastruktur itu ditargetkan rampung sebelum operasional penuhi bandara ini. Adapun pada Januari, Kementerian Perhubungan akan melakukan verifikasi terminal. "Januari akan ada verifikasi kesiapan terminal yang dilakukan dilakukan Ditjen Perhubungan Udara, setelah itu mulai persiapan untuk operasional penuh," ujarnya.

Jajaran Tim CIQ saat melakukan peninjauan di YIA, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Kamis (21/11/2019)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara