BBW Books Kembali Digelar di Jogja, Ini Jadwal dan Lokasinya
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
Kapolsek Gondomanan Kota Jogja Kompol Purwanto (tengah) menunjukkan sebilah pedang yang diamankan dari pelaku klithih berinisial RK dan RD, Minggu (1/12/2019)./Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Kekerasan jalanan kembali terjadi di Kota Jogja, tepatnya di Jalan Ireda, Gondomanan, Minggu (1/12/2019) pukul 02.30 WIB.
Seorang pelajar kelas XII SMA di Kota Jogja, Muhammad Angga, 18, diserang dua bocah SMP hingga menderita luka bacok di pergelangan tangan. Meski terluka, Angga bertahan mengendarai sepeda motor hingga ambruk di depan Mapolsek Umbulharjo, Kota Jogja. Setelah mengumpulkan informasi, polisi meringkus dua pelaku yang masih duduk di bangku SMP: RK, 15, dan RD, 14.
Kapolsek Gondomanan Kompol Purwanto mengatakan sebelum dibacok, korban bermaksud mencari makan dengan mengendarai motor seorang diri di Simpang Empat Gondomanan menuju ke selatan di Jalan Brigjen Katamso.
Dua pelaku yang mengendarai Vario warna putih membuntuti dan sempat menendang korban. Saat itu, korban terus melanjutkan perjalanan, berusaha menghindar dan melintas di Jalan Ireda. Pelaku kemudian membacok pergelangan tangan kiri Angga dengan pedang.
Angga berusaha mencari pertolongan dengan terus mengendarai motor, kemudian ambruk di depan Mapolsek Umbulharjo. Dia ditolong petugas kepolisian dam dibawa ke RSUP Sardjito.
Kompol Purwanto mengatakan Angga bisa dimintai keterangan, sehingga polisi dengan cepat mendapatkan ciri-ciri pelaku: mengendarai Vario putih, bercelana pendek, mengenakan helm hitam, dan salah satu dari mereka memakai jaket hitam.
Berbekal keterangan itu, polisi meringkus RK dan RD di Banguntapan, Bantul sekitar pukul 06.30 WIB. Keduanya tercatat sebagai pelajar salah satu SMP swasta di Kota Jogja.
“RK ini bertindak sebagai eksekutor [pelaku pembacokan], sedangkan RD joki yang mengendarai motor. Keduanya kelas VIII dan IX SMP swasta. Pedang ini kami temukan di rumah pelaku, karena setelah melakukan tindakan [pembacokan], mereka membawa pedang dibawa ke rumahnya. Penangkapan kami lakukan di rumah temannya,” katanya.
Pihaknya tetap berpegang pada aturan dalam menangani kasus tersebut karena pelaku masih di bawah umur. Pelaku bisa dijerat dengan Pasal 351 KUHP dan atau Pasal 354 KUHP. Adapun korban hingga Minggu sore dalam keadaan stabil. “Menurut informasi tadi siang [korban] sudah menjalani penindakan medis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
KAI menghadapi persoalan pembebasan lahan dalam pembangunan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali.
Pelajar di Kota Jogja didorong tak hanya menggunakan hak pilih, tetapi ikut mengawasi kinerja wakil rakyat dan kebijakan pemerintah.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Pembatasan Pertalite disiapkan pemerintah dengan mengacu jenis kendaraan. Desil 10 menjadi sasaran utama kebijakan BBM subsidi.
Lebih dari 200 karya custom otomotif meramaikan Indonesian Custom Show (ICS) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Jumat-Minggu (21-23/8/2026).