Formasi CPNS Satpol PP di Bantul Tidak Ada Pelamar

Ilustari pendafataran CPNS online. - menpan.go.id
06 Desember 2019 23:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul masih melakukan verifikasi berkas pendaftaran Calon Pegawai Negersi Sipil (CPNS). Dari hasil verifikasi sementara terdapat sejumlah formasi yang minim pelamar, bahkan ada juga formasi yang tidak ada pelamarnya sama sekali.

Formasi yang tidak ada pelamarnya tersebut adalah jabatan fungsional pelaksana Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Formasi lainnya semua hampir terisi penuh, hanya tenaga teknis lowongan Satpol PP saja,” kata Kepala BKPP Bantul, Danu Suswaryanta, saat dikonfirmasi soal hasil verifikasi berkas CPNS, Kamis (6/12/2019).

Danu tidak mengetahui formasi tersebut tidak ada pendaftarnya. Padahal berdasarkan persyaratan yang tertera dalam CPNS, peluang yang dapat mengisi formasi tersebut adalah lulusan Diploma III Hukum dan Diploma III Administrasi.

Selain lowongan tenaga fungsional pelaksana Satpol PP yang tidak ada pendaftarnya, kuota khusus penyandang disabilitas juga minim pendaftar. Dari 12 lowongan yang tersedia hanya tujuh orang yang mendaftar. Jumlah penyandang disabilitas yang mendaftar tersebut juga hanya empat yang mendaftar melalui jalur khusus penyandang disabilitas, satu orang mendaftar lewat jalur khususcumloude, dan dua orang mendaftar lewat jalur umum.

Menurut Danu terdapat aturan baru dari Kementerian Pendayagunaan Apartur Sipil Negara dan Reformasi Agraria (Kemenpan RB) bahwa penyandang disabilitas boleh mendaftar di lowongan umum tanpa terkecuali. “Namun yang mendaftar [Penyandang Disabilitas] masih tetap sedikit,” kata Danu.

Sementara itu total jumlah pendaftar CPNS Bantul sampai akhir pendaftaran 27 November lalu sebanyak 9.211 orang. Dari jumlah tersebut yang menyerahan berkas administrasi sebanyak 8.621 orang. Berdasarkan berkas yang masuk, pemar tertinggi ada di tenaga kesehatan sebanyak 3.779 orang dari total formasi yang tersedia 88 orang.

Terbanyak kedua adalah tenaga teknis sebanyak 3.624 orang dari total formasi yang tersedia sebanyak 205 orang, dan terbanyak ketiga adalah guru sebanyak 1.818 orang dari total formasi atau lowongan yang tersedia sebanyak 308 orang. “Prediksi kami yang banyak pendaftar adalah tenaga teknis tapi ternyata tenaga kesehatan,” ujar Danu.