Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo (tengah), menunjukkan barang bukti dan tiga orang pelaku pembacokan, Minggu (8/12/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak tiga orang pelaku pembacokan seorang mahasiswa di Jalan Balirejo, Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Jogja, pada 10 November lalu berhasil diringkus. Ketiga pelaku yang masing-masing berinisial AM, 17; NS, 15; dan IN, 15 tersebut ternyata masih duduk di bangku SMP.
Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo pembacokan dilakukan ketiganya kepada korban yakni seorang mahasiswa asal Tangerang bernama sekitar pukul Muhammad Awan Saktiyono, sekitar pukul 01.45 WIB. Akibat pembacokan itu, korban pun mengalami luka di bagian lengan dan kepala.
Kejadian bermula ketika korban bersama dua temannya, Daniel Butar Butar dan Khoirul Anam berboncengan satu sepeda motor ditemani teman kornan lainnya, hendak pulang ke kamar indekos mereka dari salah satu kafe di daerah Sorowajan melewati Jalan Balirejo.
Di saat bersamaan, ketiga pelaku yang juga berbonceng tiga mengendarai sepeda motor Honda Supra melintas di Jalan Balirejo menuju selatan arah Pabrik SGM. Para pelaku pun mendekati korban dan menanyakan daerah asli korban. "Tidak ada motif, pelaku hanya merasa korban menghalangi jalannya," kata Kompol Alaal, Minggu (8/12/2019).
Setelah ditanyai, korban pun menjawab bahwa dia asli jogja, sementara Daniel menjawab orang kampus. Lalu pelaku menyalip dan memepet motor korban hingga motor korban berhenti. Melihat AM membawa celurit, Daniel dan Khoirul Anam lari ketakutan, sementara korban masih di motor sendirian.
Setelah berhadapan, AM membacokkan celuritnya pada korban dan mengenai kepala bagian atas hingga banyak mengeluarkan darah. Korban pun menutupi kepalanya dengan kedua tangannya. Tapi AM terus membacokkan cluritnya dan mengenai sikut, lengan dan pergelangan tangan kanan, serta pergelangan dan sikut kiri korban.
Korban berteriak minta ampun kemudian mundur meninggalkan motornya ke arah utara sembari minta pertolongan warga setempat. Sayangnya waktu itu kondisi sepi sehingga tidak ada pertolongan. Setelah itu pelaku meinggalkan korban pergi ke arah selatan.
Korban pun ditolong oleh kedua temannya yang berada di belakang karena ketakutan. Mereka lantas membawa korban ke Rumah Sakit Hidayatulloh. Setelah dipindahkan ke RSUP Sardjito, korban dioperasi karena di pergelangan tangan kanan dan kirinya ada urat yang putus.
Alaal mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan kasus penganiayaan yang terjadi di Jalan Ireda, Gondomanan pada Minggu (1/12) lalu. "Ada kaitannya dengan geng Konco Saklawase, yang sementara diduga adalah geng sekolah," ujarnya.
Saat beraksi, kata Kapolsek, dari ketiga remaja adal Banguntapan, Bantul itu, AM lah yang bertindak sebagai eksekutor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Marc Marquez geser Jorge Martin di puncak klasemen MotoGP 2026 usai GP San Marino. Keduanya sama-sama 274 poin, Marquez unggul jumlah kemenangan
Motorola mengisyaratkan Razr baru dengan desain lipat buku. Berbeda dari clamshell, perangkat ini masih dirahasiakan spesifikasi dan jadwalnya.
Kelok 23 Gunungkidul-Bantul mulai uji coba 14-20 September. Simak jam operasional dan kendaraan yang boleh melintas.
Scam wisatawan makin canggih. Kenali pembajakan reservasi hotel dan pesan penerbangan palsu agar tidak kehilangan uang saat liburan.
Agenda Jogja Senin 14 September 2026 diramaikan FKY Sleman Day, Festival Literasi, hingga cek kesehatan gratis.