Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo (tengah), menunjukkan barang bukti dan tiga orang pelaku pembacokan, Minggu (8/12/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak tiga orang pelaku pembacokan seorang mahasiswa di Jalan Balirejo, Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Jogja, pada 10 November lalu berhasil diringkus. Ketiga pelaku yang masing-masing berinisial AM, 17; NS, 15; dan IN, 15 tersebut ternyata masih duduk di bangku SMP.
Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo pembacokan dilakukan ketiganya kepada korban yakni seorang mahasiswa asal Tangerang bernama sekitar pukul Muhammad Awan Saktiyono, sekitar pukul 01.45 WIB. Akibat pembacokan itu, korban pun mengalami luka di bagian lengan dan kepala.
Kejadian bermula ketika korban bersama dua temannya, Daniel Butar Butar dan Khoirul Anam berboncengan satu sepeda motor ditemani teman kornan lainnya, hendak pulang ke kamar indekos mereka dari salah satu kafe di daerah Sorowajan melewati Jalan Balirejo.
Di saat bersamaan, ketiga pelaku yang juga berbonceng tiga mengendarai sepeda motor Honda Supra melintas di Jalan Balirejo menuju selatan arah Pabrik SGM. Para pelaku pun mendekati korban dan menanyakan daerah asli korban. "Tidak ada motif, pelaku hanya merasa korban menghalangi jalannya," kata Kompol Alaal, Minggu (8/12/2019).
Setelah ditanyai, korban pun menjawab bahwa dia asli jogja, sementara Daniel menjawab orang kampus. Lalu pelaku menyalip dan memepet motor korban hingga motor korban berhenti. Melihat AM membawa celurit, Daniel dan Khoirul Anam lari ketakutan, sementara korban masih di motor sendirian.
Setelah berhadapan, AM membacokkan celuritnya pada korban dan mengenai kepala bagian atas hingga banyak mengeluarkan darah. Korban pun menutupi kepalanya dengan kedua tangannya. Tapi AM terus membacokkan cluritnya dan mengenai sikut, lengan dan pergelangan tangan kanan, serta pergelangan dan sikut kiri korban.
Korban berteriak minta ampun kemudian mundur meninggalkan motornya ke arah utara sembari minta pertolongan warga setempat. Sayangnya waktu itu kondisi sepi sehingga tidak ada pertolongan. Setelah itu pelaku meinggalkan korban pergi ke arah selatan.
Korban pun ditolong oleh kedua temannya yang berada di belakang karena ketakutan. Mereka lantas membawa korban ke Rumah Sakit Hidayatulloh. Setelah dipindahkan ke RSUP Sardjito, korban dioperasi karena di pergelangan tangan kanan dan kirinya ada urat yang putus.
Alaal mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan kasus penganiayaan yang terjadi di Jalan Ireda, Gondomanan pada Minggu (1/12) lalu. "Ada kaitannya dengan geng Konco Saklawase, yang sementara diduga adalah geng sekolah," ujarnya.
Saat beraksi, kata Kapolsek, dari ketiga remaja adal Banguntapan, Bantul itu, AM lah yang bertindak sebagai eksekutor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Presiden Prabowo Subianto memberhentikan sementara Wagub Babel Hellyana terkait kasus pidana. Gubernur kini menjalankan tugas wakil gubernur.
Seluruh kabupaten/kota di DIY mengajukan tambahan kuota Pertalite ke BPH Migas menjelang libur Nataru 2026.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Pemkot Solo menggandeng Gunungkidul lewat Solo Travel Dialogue untuk memperkuat promosi dan meningkatkan kunjungan wisata.
DPRD DIY mengingatkan warga berhati-hati menyerahkan fotokopi KTP saat Pilur untuk mencegah risiko penyalahgunaan data pribadi.