Begini Cara Para Bakal Calon Kontestan Pilkada Bantul Raih Simpati Warga

Dewata Eka Putra cukur rambut di tukang cukur di sekitar Pasar Gathak, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kamis (12/12/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
13 Desember 2019 06:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Jelang Pilkada Bantul 2020 mendatang, sejumlah bakal calon mulai gencar melakukan kegiatan untuk meraih simpati masyarakat, baik secara perseorangan maupun lewat partai politik.

Dewata Eka Putra, salah satunya. Pemilik Pujha Fashion itu menggelar cukur rambut gratis kepada warga di sekitar Pasar Gathak, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kamis (12/12/2019). Tukang cukur rambut yang dipilih adalah tukang cukur keliling yang sudah puluhan tahun menjalani profesinya.

Ada tiga tukang cukur di sekitar pasar Gathak. Mereka biasa menjalankan pekerjaannya sesuai pasaran atau setiap harisnya berpindah dari satu pasar ke pasar lainnya dengan sepeda motor. “Kami harus mengapresiasi para tukang cukur tradisional ini, karena mereka tetap bekerja walaupun sudah banyak sekali barbershop,” kata Dewata.

Dewata mengaku semangat dari para tukang cukur keliling membangkitkan semangatnya untuk berkontribusi membangun Bantul. Para tukang cukur itu, kata dia, tetap konsisten melakukan pekerjaannya meski dengan tarif menentukan tarifnya.

Kepedulian terhadap hal tersebut diakuinya selaras dengan programnya untuk membangun Bantul, “Kami ingin masyarakat di kota lain harus melihat tradisi di Bantul ini, kami ingin bergerak bersama, dengan filosofi yang sama, membangun desa, nata kutha," ujar Dewata.

Sementara itu, bakal calon lainnya adalah Nur Rakhmat. Bakal calon dari Partai Demokrat ini juga gencar mensosialisasikan diri pada masyarakat Bantul. Tidak kurang dari 30 baliho yang sudah dipasang oleh relawan dan pendukungnya. Ia juga aktif melakukan kunjungan ke daerah pemilihan masing-masing anggota DPRD dari partai Demokrat.

Selain blusukan sendiri ke masyarakat, Nur Rakhmat juga memanfaatkan mesin partai yang sudah terbentuk sampai tingkat kecamatan, “Kami kerja tim, bukan saya sendiri. Lain dengan yang tidak punya partai. Saya bekerja banyak yang bantuin,” kata Nur Rakhmat. Selain itu ia juga mengklaim ada tim khusus media sosial.

Selain Dewata dan Nur Rakhmat, Setiya juga gencar memasang baliho. Balihonya tersebar di sejumlah ruas jalan di Bantul. Mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kini menjadi anggota Partai Gelora itu mengaku sudah ada sekitar 20 titik pemasangan baliho untuk membentuk ingatan masyarakat terhadap sosok Setiya.

Baliho tersebut ia anggap untuk memberikan warna sebelum pilkada digelar, “Memberi warna pra-pilkada dengan gagasan Bantul Asyik agar terjadi kompetisi gagasan,” kata Setiya.

Pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Bantul tersebut juga aktif di media sosial dan ia memang menyasar kalangan milenial dengan jargonnya Bantul Asyik.