28 Bus Mirip Trans Jogja Akan Digratiskan Selama Setahun, Ini Rute & Lokasi Pemberhentiannya

Penumpang Trans Jogja turun di halte Jalan MT Haryono, Kota Jogja. - Harian Jogja/ Desi Suryanto
15 Desember 2019 19:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Perhubungan akan memberikan bantuan 28 bus untuk DIY. Selama setahun pada 2020, masyarakat yang naik bus-bus tersebut tak akan dipungut biaya alias gratis.

Dinas Perhubungan DIY sudah merencanakan berbagai titik pemberhentian bus untuk tiga rute baru di Sleman yang akan beroperasi pada April 2020 mendatang. Titik itu tidak berbentuk halte seperti Trans Jogja, tetapi hanya ditandai sebagai lokasi pemberhentian bus.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DIY Sumaryoto mengatakan titik pemberhentian itu ditentukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Selama ini, kata dia, masyarakat mengeluhkan sulitnya transportasi ke arah tiga lokasi tersebut, yaitu kawasan Ngaglik, Ngemplak, dan Godean, karena belum terjangkau Trans Jogja.

Adapun tempat pemberhentian bus di Godean ada 23 titik, trayek Ngaglik ada 28 titik, dan trayek Ngemplak 15 titik pemberhentian. Rute sekaligus titik pemberhentian 28 bus tersebut adalah:

Jalur Godean

  • Pasar Godean - Kantor Kecamatan Godean - Neutron Yogyakarta Godean - Kantor Desa Sidoarum - Jalan Nogotirto - Giant Godean - Mirota Godean - SMP N 11 Yogyakarta - Pasar Klithikan Pakuncen - Pasar Serangan - Terminal Ngabean - Warung Soto Kadipiro III - SMP N 1 Kasihan - PMI DIY - Pasar Loak Gamping - Perempatan Jl. Bibis - Pasar Tiban - Perumahan Mejing Wetan - Perumahan Sidoarum - Stadion Sidoarum – Neutron Godean – Kantor Kecamatan Godean – Pasar Godean.

Jalur Ngaglik

  • Pasar Pakem – SMP N 4 Pakem – Warung Raminten – UII –Wedangan Kampoeng – Yakkum – SMP N 2 Ngaglik – Puskesmas Ngaglik 1 – Kantor Kecamatan Ngaglik – Merapi View – Gudeg Asli – Kantor Desa Sariharjo – SPBU Pertamina 44.555.09 – Jantra Kaki-Kaki – Kring Krong Foodcourt – PLN Gardu Induk Kentungan – Pasar Kolombo – Super Indo Kaliurang – Kentungan – UGM – Vokasi UGM – RS Panti Rapih – UNY Pintu Barat – Fakultas Teknik UNY – Gejayan 1 (Grand Tjokro Hotel) – Gejayan II – Hartono Mall – Terminal Condongcatur.

Jalur Ngemplak

  • UII -  Yakkum – SDN Selomulyo – SMA N 2 Ngaglik – Besi Jangkang – Blue Lagoon Jogja – RS Mitra Paramedika – MTs N 3 Sleman -  SMA Budi Mulia Dua – Unriyo Kampus 2 – SMK N1 Depok – Kantor Disnakertrans DIY – Satker PJN – Bandara Adisutjipto.

Seluruh biaya operasional bus ini akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat dan sementara akan digratiskan selama setahun sembari menunggu lembaga yang secara khusus menangani trayeknya. Dinas Perhubungan DIY merekomendasikan beberapa perusahaan angkutan lokal untuk ikut lelang mengoperasikan bus tersebut.

Sumaryoto mengatakan 28 bus tersebut akan memberikan layanan dengan konsep yang hampir sama dengan Trans Jogja.

“Desain busnya tidak high deck [dek tinggi] seperti Trans Jogja, tetapi low deck [dek rendah], jadi orang turun tidak perlu menggunakan tangga. Saat ini Pemerintah Pusat sedang menyiapkan proses lelang, harapannya April 2020 sudah bisa direalisasikan,” katanya, Minggu (15/12/2019).

Sumaryoto mengatakan setiap titik pemberangkatan bus tidak boleh lebih dari 15 menit.

“28 bus itu masih cukup untuk tiga rute dengan waktu setiap 15 menit bus melintas, karena jaraknya tidak terlalu jauh, terutama yang Ngemplak dan Ngaglik, yang lebih banyak mungkin Godean,” katanya.

Pembiayaan operasipnal bus di tiga trayek itu sepenuhnya akan ditanggung dari APBN melalui Kementerian Perhubungan dengan sistem buy the service. Pengelola akan mendapatkan biaya operasional kendaraan (BOK) dengan nominal per kilometer yang di dalamnya untuk membiayai sumber daya manusia (SDM), investasi bus hingga perawatan armada.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo mengatakan ke depan angkutan umum di wilayah DIY akan dapat menjangkau kawasan objek wisata. Konsep angkutan dalam trayek yang sebelumnya dari terminal ke terminal akan diubah dengan simpul dari terminal, bandara, dan stasiun menuju ke objek wisata.

“Angkutan umum ke depan diharapkan bisa per objek wisata titik-titiknya,” katanya.