Cuaca Jogja Hari Ini 26 Juli Cerah, Sleman dan Kota Jogja Berkabut
BMKG memprakirakan cuaca Jogja pada 26 Juli 2026 didominasi cerah. Sleman dan Kota Jogja berpotensi mengalami udara kabur.
Penumpang Trans Jogja turun di halte Jalan MT Haryono, Kota Jogja./Harian Jogja- Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Perhubungan akan memberikan bantuan 28 bus untuk DIY. Selama setahun pada 2020, masyarakat yang naik bus-bus tersebut tak akan dipungut biaya alias gratis.
Dinas Perhubungan DIY sudah merencanakan berbagai titik pemberhentian bus untuk tiga rute baru di Sleman yang akan beroperasi pada April 2020 mendatang. Titik itu tidak berbentuk halte seperti Trans Jogja, tetapi hanya ditandai sebagai lokasi pemberhentian bus.
Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DIY Sumaryoto mengatakan titik pemberhentian itu ditentukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Selama ini, kata dia, masyarakat mengeluhkan sulitnya transportasi ke arah tiga lokasi tersebut, yaitu kawasan Ngaglik, Ngemplak, dan Godean, karena belum terjangkau Trans Jogja.
Adapun tempat pemberhentian bus di Godean ada 23 titik, trayek Ngaglik ada 28 titik, dan trayek Ngemplak 15 titik pemberhentian. Rute sekaligus titik pemberhentian 28 bus tersebut adalah:
Jalur Godean
Jalur Ngaglik
Jalur Ngemplak
Seluruh biaya operasional bus ini akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat dan sementara akan digratiskan selama setahun sembari menunggu lembaga yang secara khusus menangani trayeknya. Dinas Perhubungan DIY merekomendasikan beberapa perusahaan angkutan lokal untuk ikut lelang mengoperasikan bus tersebut.
Sumaryoto mengatakan 28 bus tersebut akan memberikan layanan dengan konsep yang hampir sama dengan Trans Jogja.
“Desain busnya tidak high deck [dek tinggi] seperti Trans Jogja, tetapi low deck [dek rendah], jadi orang turun tidak perlu menggunakan tangga. Saat ini Pemerintah Pusat sedang menyiapkan proses lelang, harapannya April 2020 sudah bisa direalisasikan,” katanya, Minggu (15/12/2019).
Sumaryoto mengatakan setiap titik pemberangkatan bus tidak boleh lebih dari 15 menit.
“28 bus itu masih cukup untuk tiga rute dengan waktu setiap 15 menit bus melintas, karena jaraknya tidak terlalu jauh, terutama yang Ngemplak dan Ngaglik, yang lebih banyak mungkin Godean,” katanya.
Pembiayaan operasipnal bus di tiga trayek itu sepenuhnya akan ditanggung dari APBN melalui Kementerian Perhubungan dengan sistem buy the service. Pengelola akan mendapatkan biaya operasional kendaraan (BOK) dengan nominal per kilometer yang di dalamnya untuk membiayai sumber daya manusia (SDM), investasi bus hingga perawatan armada.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo mengatakan ke depan angkutan umum di wilayah DIY akan dapat menjangkau kawasan objek wisata. Konsep angkutan dalam trayek yang sebelumnya dari terminal ke terminal akan diubah dengan simpul dari terminal, bandara, dan stasiun menuju ke objek wisata.
“Angkutan umum ke depan diharapkan bisa per objek wisata titik-titiknya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja pada 26 Juli 2026 didominasi cerah. Sleman dan Kota Jogja berpotensi mengalami udara kabur.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.