Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ani Maidarningsih (51) ibu dari Ayu Selisa sosok yang diduga kerangka yang ditemukan di resapan septik tank di Bangunjiwo, Bantul beberapa waktu lalu.-Suara.com.Muhammad Ilham Baktora
Harianjogja.com, JOGJA--Kasus penemuan kerangka manusia di Septic Tank di Bantul terus menemukan fakta baru.
Keluarga Ayu Selisa buka suara terkait kasus penemuan tulang belulang di dalam resapan septik tank Dusun Karangjati, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Minggu (22/12/2019) sore lalu.
Ibu Ayu Selisa, Ani Maidarningsih (51) yang ditemui di tempat kediamannya di Kampung Badran RW 10 Jetis 1/895, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta mengaku didatangi kepolisian yang menunjukkan sejumlah barang yang masih melekat di jasad kerangka.
"Saya yakin kerangka itu adalah anak saya (Ayu Selisa) yang sudah hilang sekira 10 tahun lalu. Polisi datang pada 22 Desember (tepat setelah ditemukan kerangka) dan menunjukkan beberapa barang seperti gelang dari kain warna hitam dan bodiran jaket bertulis Pico. Dari situ saya sudah yakin itu Seli," ungkap Ani kepada Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Kamis (26/12/2019).
Keyakinan itu makin kuat setelah Ani bermimpi didatangi Seli untuk bertemu di belakang rumah milik Maluyo di bawah tanaman bambu.
"Sebelumnya saya dapat isyarat dari Seli untuk bertemu seorang diri di sana (septik tank). Dalam mimpi saya Seli hanya ingin bertemu saya. Sehingga keyakinan ini semakin kuat setelah ada gelang, jaket dan isyarat itu," tutur Ani.
Sementara itu saat ini kerangka yang diduga Seli sudah diminta keluarga. Pihak keluarga pun sudah memakamkan kerangka di TPU Badran. Ani menuturkan pemakaman dilakukan pada Selasa (24/12/2019).
"Kami meminta polisi untuk menyerahkan kerangka kepada keluarga kami. Karena kami sudah yakin itu Seli dengan beberapa barang yang ditunjukkan polisi," jelas dia.
Suara.com berupaya mendatangi makam Ayu Shelisha. Dari nisan yang tertancap di tanah tertulis, Ayu Shelisha Lahir 6 Februari 1990, wafat Minggu Legi 22 Desember 2019, Bin Tri Joko Prasetyo.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya menuturkan bahwa pihaknya sudah menyerahkan kerangka ke pihak keluarga. Pihaknya juga telah menunjukkan sejumlah barang yang ditemukan saat menemukan kernagka di resapan septik tank.
"Kemarin itu kan ada pemeriksaan dari tim ahli forensik RS Bhayangkara Polda DIY. Dari situ kami menemukan gelang hitam dan juga potongan kain bordir. Barang ini kami tunjukkan ke keluarga dan mereka meyakini jika itu Ayu Selisa. Saat ini kerangka sudah diserahkan ke keluarga dan sudah dimakamkan Selasa (24/12/2109)," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.