Grab Dukung Penyandang Disabilitas Melalui Charity For Disability Mewujudkan DIY Makin Inklusif di Jogja

Charity for Disability di halaman Harian Jogja, Sabtu (21/12/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
27 Desember 2019 18:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara menegaskan komitmennya dalam mendukung inklusivitas dengan mendukung penyelenggaraan acara Charity for Disability oleh Harian Jogja untuk  memperingati Hari Disabilitas Internasional, Sabtu (21/12/2019).

Dukungan tersebut diharapkan bisa membantu mewujudkan DIY yang lebih inklusif serta ramah untuk penyandang disabilitas. Di dalam acara ini, para penyandang disabilitas bisa memperoleh pelatihan dalam meningkatkan kemampuan soft skill, misalnya melalui beberapa workshop dan pelatihan seperti fotografi, membuat kain shibori, fashion, dan masih banyak lagi.

“Kami percaya bahwa semua orang, apapun latar belakang dan kondisinya, harus memiliki akses yang sama terhadap peluang. Namun harus diakui juga bahwa ternyata ada kenyataan pahit bahwa para penyandang disabilitas mendapatkan tantangan besar serta kesulitan mendapatkan peluang untuk mendapatkan penghasilan. Berangkat dari kondisi tersebut, Grab terus mengembangkan dialog dan inisiatif-inisiatif inklusif yang akan memperbesar peluang para penyandang disabilitas dalam mendapatkan penghasilan. Kami sudah meluncurkan program Mendobrak Sunyi, GrabGerak, dan sekarang juga mendukung pelaksanaan acara Charity for Disability di Jogja. Semoga inisiatif dan dukungan yang diberikan Grab bisa menjadi solusi bagi para penyandang disabilitas, sehingga dapat terus berkegiatan juga mendapatkan manfaat positif dari era ekonomi digital ini,” ujar Hervy Deviyanto, City Manager Grab Jogja.

Grab hingga saat ini selalu aktif dalam menggerakkan inisiatif dan program inklusif. Salah satu yang sudah diperkenalkan di DIY adalah program Mendobrak Sunyi  yang sudah diluncurkan sejak September lalu dan GrabGerak. Di bawah program Mendobrak Sunyi, Grab bekerja sama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) untuk membuat video materi pendaftaran dan pelatihan yang memiliki teks terjemahan (subtitle) sehingga mudah dipahami mitra tuna rungu.

Grab juga merekrut mitra dari komunitas disabilitas agar mereka bisa memiliki penghasilan tambahan, serta memberikan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dasar supaya bisa berkomunikasi dengan mitra tuna rungu selama proses pendaftaran dan pelatihan.

Sementara itu melalui layanan GrabGerak yang telah diluncurkan sejak tahun 2018, pengguna di DIY sudah bisa memesan armada yang sudah mendapatkan pelatihan khusus untuk melayani penyandang disabilitas, seperti kemampuan bahasa isyarat sampai mobil yang bisa dipakai membawa kursi roda.

Harapannya, dengan keberadaan GrabGerak maka penyandang disabilitas di sana bisa tetap memiliki mobilitas tinggi untuk mendukung kegiatan mereka sehari-hari. Selain di DIY, layanan GrabGerak sudah bisa digunakan oleh pelanggan disabilitas yang berada di Jakarta, Semarang dan Medan.

Kini Grab bisa melayani lebih banyak penumpang penyandang disabilitas dengan lebih dari 200 armada GrabGerak di Jakarta, DIY, Medan, dan Semarang pada akhir tahun 2019. Grab juga bermitra dengan lebih dari 17 rumah sakit, mal, dan pusat rekreasi di kota yang sama untuk mendukung kebutuhan mobilitas para penyandang disabilitas, termasuk RS MRCCC Siloam Semanggi, RS Murni Teguh Medan, dan lainnya.

Grab terus mencari cara lain untuk membuka lebih banyak peluang penghasilan bagi teman Tuli melalui berbagai produk dan layanan. Tidak hanya mereka dapat bermitra dengan Grab sebagai mitra pengemudi, mereka sekarang juga bisa menjadi mitra GrabKios.

GrabKios adalah warung digital, yang ditujukan untuk membantu pelanggan untuk melakukan isi ulang pulsa, mengirim uang, menabung emas, membeli bahan makanan dalam jumlah besar dan masih banyak lagi; semuanya dari ponsel cerdas para mitra.

Selain itu, Grab telah menandatangani nota kesepahaman bersama dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) untuk memayungi kesepakatan antara kedua pihak dalam meningkatkan kapabilitas internal, kemitraan terkait program, advokasi, serta sosialisasi kebutuhan penyandang disabilitas, dengan arah mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah disabilitas.

Seluruh dukungan dan inisiatif yang diadakan oleh Grab masih merupakan bagian dari misi 2025 GrabforGood yang salah satunya adalah menjadikan platform Grab lebih inklusif serta bisa diakses oleh semua orang. Melalui inklusivitas ini, maka nantinya era ekonomi digital bukan hanya dapat dinikmati segelintir orang, melainkan bisa menjangkau para penyandang disabilitas di berbagai kota. Grab saat ini melayani 224 kota di Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Berdasarkan riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, Grab telah berkontribusi sebesar Rp48,9 triliun terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2018. (*)