Hujan Angin Landa Sleman, Pohon Bertumbangan di 4 Kecamatan

Pohon tumbang yang menutupi akses di Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman Minggu (9/12/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
29 Desember 2019 19:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan deras dan angin kencang yang terjadi di wilayah Sleman, Minggu (29/12/2019) menyebabkan sejumlah pohon tumbang di 12 titik yang berbeda yang ada di empat kecamatan di Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan, mengatakan keempat kecamatan itu masing-masing adalah Kecamatan Ngaglik, Kalasan, Ngemplak, dan Pakem. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sleman pada pukul 15.40 WIB, ada tiga titik pohon tumbang akibat angin kencang terjadi di Kecamatan Ngaglik.

"Ketiga titik itu masing-masing di Surirejo, Desa Sukoharjo pohon tumbang melintang di jalan; di Balong, Sukoharjo, pohon mindi berdiameter 30 sentimeter menimpa rumah warga; serta di Nglengkong, Sukoharjo pohon sukun dan pohon pete tumbang menimpa jaringan listrik dan menutup akses jalan. Semua sudah ditangani petugas TRC," ujar Makwan, Minggu.

Selain itu, di Kecamatan Kalasan, pohon tumbang terjadi di Desa Selomartani yakni satu pohon, dan di Kecamatan Ngemplak ada enam pohon tumbang. “Kebanyakan pohon-pohon itu tumbang menimpa rumah warga. Yang kejadian di Bimomartani, Ngemplak ada satu pohon tumbang menimpa jaringan listrik dan musala,” ujar dia.

Di Kecamatan Pakem, imbuh Makwan, ada dua pohon yang tumbang menimpa rumah warga. "Dari semua kejadian pohon tumbang yang menimpa rumah warga, untungnya tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan," ujar dia.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Stasiun Iklim (Staklim) Mlati Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan saat ini untuk wilayah DIY dan sekitarnya berpotensi terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat. "Kami memberikan peringatan dini cuaca ekstrem secara berkala," ujar dia.

Selain itu dia juga mengimbau masyarakat terkait dengan hal hal yang perlu diwaspadai selama periode munculnya cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi muncul dibeberapa wilayah DIY.

Masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran sungai, kata dia, diminta selalu waspada bila terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir dan longsor di daerah-daerah yang rawan longsor. "Bila ada petir untuk menghindari tempat-tempat yang lapang dan terbuka, jangan berteduh dibawah pohon, saat di jalan, lebih baik berteduh di bawah bangunan yang kuat. Bila ada angin kencang hindari dekat pohon dan bangunan tua yang mudah roboh," ujar dia.