Rumah Ibadah Ditolak Warga, Pemilik Gereja di Sedayu Bantul Dikabarkan Memilih Pindah

Bupati Bantul Suharsono (tengah) menyerahkan hadiah utama undian Kredit Taman Paseban dan Tabungan Tamansari secara simblolis di aula Bank Bantul, Rabu (11/12/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
30 Desember 2019 17:17 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Bupati Bantul Suharsono akan menjadikan pengalaman kasus intoleransi yang sudah-sudah agar Bantul tidak terjadi kasus serupa di 2020 mendatang.

Suharsono mengaku akan menjadikan berbagai peristiwa lalu sebagai evaluasi agar ke depan tidak terjadi lagi kasus intoleransi di Bantul. Menurutnya sejumlah kasus tersebut saat ini sudah terselesaikan semua.

"[Kasus] Intoleransi, sudah beres semua, yang sudah-sudah itu hanya sedikit, seperti Sedayu juga sudah mencabut laporannya untuk yang PTUN, pemiliknya akan menjual rumah dan akan pindah tempat. Kami akan belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, seperti kasus Pajangan. Kami akan belajar dari pengalaman sehingga 2020 bisa lebih baik," katanya, Senin (30/12/2019).

Seperti diketahui Warga Bandut Lor RT 34, Desa Argorejo, Sedayu, Bantul, memprotes rumah yang ditempati Pendeta Tigor Yunus Sitorus menjadi rumah ibadah. Sementara Sitorus mengaku tidak ada yang salah, bahkan rumah ibadah yang dibangun tersebut sudah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) atas nama Gereja Pantekosta di Indonesia Immanuel Sedayu.

Bupati Bantul Suharsono akhirnya mencabut IMB tersebut dengan alasan ada unsur yang tidak terpenuhi secara hukum dalam penerbitan IMB. Keputusan pencabutan IMB itu berujung dengan gugatan ke PTUN karena tidak sesuai dengan konstitusi yang menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan yang merupakan hak warga negara Indonesia. Kasus penolakan oleh warga terhadap gereja di Sedyau Bantul juga menambah panjang daftar kasus intoleransi yang kerap terjadi di wilayah tersebut dan menuai kritikan banyak pihak.

Suharsono menambahkan, di tahun mendatang, lanjutnya, Bantul akan fokus pada sejumlah layanan, seperti kesehatan dan pendidikan untuk menjadi masyarakat yang lebih cerdas dan sejahtera. "Soal pendidikan, yang jelas akan ditingkatkan sesuai visi misi Bantul itu kan sehat, cerdas dan sejahtera. Alhamdulillah kemarin mendapat penghargaan terbaik kesehatan dan pendidikan," katanya.

Suharsono memastikan perayaan malam pergantian tahun di Bantul juga diharapkan berjalan lancar. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan lintas sektoral dalam upaya memberikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan di libur tahun baru.