Bupati Gunungkidul Ajak ASN Nglarisi Pasar Tiap Jumat Awal Bulan
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
Embung Batara Sriten/Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Desa (Pemdes) Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, mengimbau kepada pengunjung yang hendak naik ke kawasan Embung Natara Sriten untuk tidak menggunakan motor matik. Imbauan ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan karena letak embung yang berada di ketinggian sekitar 856 meter di atas permukaan air laut dengan jalan yang menanjak curam.
Perangkat Desa Pilangrejo, Aris Widartono, mengatakan Embung Batara Sriten di Desa Pilangrejo menjadi salah satu daya tarik wisata di Gunungkidul. Dari sisi akses kondisinya sudah bagus sehingga memudahkan wisatawan untuk berkunjung. Pada saat libur akhir tahun ini diprediksi jumlah kunjungan melonjak.
Meski demikian, kata Aris, para pengunjung harus berhati-hati karena lokasi embung yang berada di ketinggian rawan terjadi kecelakaan. Menurut dia, motor matik tidak cocok untuk menjelajahi embung karena risiko kecelakaan lebih tinggi ketimbang motor jenis lainnya. “Kalau naik mungkin tidak masalah, tapi saat turun yang berbahaya,” katanya kepada Harian Jogja, Minggu (29/12/2019).
Secara teknis Aris tidak bisa memberi penjelasan detail, namun dari peristiwa yang dialami pengunjung khususnya pengguna motor matik, saat turun sering kali terjadi rem blong karena piringan cakram terlalu panas sehingga rem tidak berfungsi. “Sudah banyak kasus dan bahkan sempat ada yang mengalami kecelakaan dan korban meninggal dunia,” tuturnya.
Dia berharap pengunjung tidak menggunakan motor matik saat naik ke Embung Sriten. “Kalau motor manual tidak masalah karena saat turun bisa diatur ke gigi rendah, tapi kalau matik tidak bisa karena untuk menahan laju kecepatan hanya mengandalkan pengereman. Sedangkan saat rem terus-terusan digunakan akan mempercepat piringan cakram panas sehingga potensi rem blong semakin tinggi,” katanya.
Aris menambahkan, untuk kenyamanan pengunjung Pemdes Pilangrejo membuat selter di taman desa. Fasilitas ini dibuat untuk menjemput pengunjung menuju kawasan embung. Meski demikian, ia mengakui keberadaan selter belum maksimal karena pengunjung masih memilih menuju lokasi dengan kendaraan pribadi. “Konsepnya turun di taman desa, kemudian dijemput menggunakan mobil pengantar menuju embung, tapi hingga sekarang belum berjalan,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengatakan Embung Batara Sriten menjadi destinasi yang terus dikembangkan oleh Pemkab Gunungkidul. Diharapkan dengan pengembangan ini bisa memberikan alternatif wisata kepada pengunjung selain destinasi pantai. “Pantai masih menjadi primadona, tapi kami terus berusaha mengembangkan sektor utara sehingga dapat dilirik pengunjung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
Prabowo ikut merayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Selebrasinya disebut ala Power Ranger
HP panas dan baterai cepat habis belum tentu spyware. Kenali tanda lain, cara memeriksa, menghapus, dan mencegah spyware di ponsel.
DPRD Kulonprogo meminta kontribusi tambang dievaluasi. Realisasi pajak MBLB 2026 baru Rp1,16 miliar dari target Rp2,4 miliar.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026.
BYD menyiapkan update OTA untuk Shark 6 setelah pengujian menemukan celah pada sistem infotainment. Lampu dan wiper juga diuji melalui CAN bus.