Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Jokowi dan Kaesang jalan-jalan dan membeli kaos di Malioboro, Senin (30/12/2019). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-- Menjelang pergantian tahun, Presiden RI, Joko Widodo mengunjungi Kota Jogja, Senin (30/12/2019). Ia tiba di Gedung Agung Jogja pukul 18.35 WIB, dari Bandara Adi Sucipto.
Pukul 20.48 ia bersama anaknya, Kaesang, keluar dan berjalan-jalan di sekitar Gedung Agung. Jokowi keluar untuk berfoto bersama beberapa pengunjung Malioboro serta membeli beberapa barang di PKL depan Beteng Vredeburg.
Salah satu pengunjung yang diajak foto yakni Yoga Nugraha. Wisatawan dari Tasikmalaya itu berada di barisan depan saat Jokowi menunjuknya. "Senang sekali bisa foto sama Jokowi, saya sama ibu, saya ngefans sama beliau," katanya.
Pada salah satu PKL penjual baju Jokowi berhenti dan membeli beberapa potong kaos. Penjual baju, Indarti, mengatakan Kaesang membeli enam potong kaos. "Enam harganya Rp100.000, dikasih Rp200.000," ujarnya.
Setelah membeli kaos Jokowi dan Kaesang berjalan sebentar di sekitar 0 Km, mengajak beberapa pengunjung foto dan setelah itu kembali masuk ke Gedung Agung sekitar pukul 21.23 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.