Pemkab Sleman Tanda Tangan Kontrak 28 Paket Pekerjaan 2020

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DIY, Yusnadewi, yang menyerahkan laporan keuangan pemerintah kabupaten Sleman tahun anggaran 2018 yang kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Bupati Sleman, Sri Purnomo, di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DIY, Senin (15/4) didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Haris Sugiharta (tengah) di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DIY, Senin (15/4/2019). - Harian Jogja/Istimewa
31 Desember 2019 19:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan penandatanganan kontrak 28 paket pekerjaan pengadaan barang atau jasa tahun 2020 dengan nilai Rp27,3 Miliar bertempat di Ruang Praja 2 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (31/12/2019).

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan penandatanganan kontrak paket pekerjaan yang dilakukan lebih awal ini mengalami peningkatan jumlah paket pekerjaan dibanding pada tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 11 paket.

Adapun, 28 paket pekerjaan yang ditandatangani tersebut, merupakan paket pekerjaan yang terdiri dari paket pekerjaan konstruksi berjumlah 4 paket, paket pengadaan barang berjumlah 4 paket, dan paket jasa lainnya berjumlah 20 paket.

“Selain 28 paket yang dilakukan penandatanganan kontrak, sampai hari ini juga total dokumen pengadaan barang atau jasa yang sudah dilimpahkan ke Bagian Pengadaan Barang atau Jasa sebanyak 59 paket dan sudah tayang di SPSE dan akan mendapatkan penyedia pada bulan Januari 2020,” tutur Sri Purnomo, Selasa (31/12/2019).

Menurut Sri Purnomo, langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pengadaan barang atau jasa merupakan upaya untuk memberikan hasil yang maksimal dan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut juga Sri Purnomo menyampaikan bahwa dalam paket pekerjaan pada tahun 2020 yang telah ditandatangani, terdapat efisiensi anggaran sebesar Rp4,2 Miliar atau 13,56 persen dari nilai awal yaitu Rp31,5 Miliar menjadi Rp27,3 Miliar.