Potensi Jatilan Singosaren Terus Digali

Penampilan salah satu kelompok jatilan dalam acara Parade Jatilan yang digelar di Taman Parkir Wisata Singosaren, Minggu (29/12/2019). - Istimewa/Dispar DIY
03 Januari 2020 00:27 WIB Kiki Luqmanul Hakim Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Guna menggali potensi budaya dan wisata di Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menggelar acara Parade Jatilan, Minggu (29/12/2019).

Acara yang berlangsung di Taman Parkir Wisata Singosaren tersebut dinilai menjadi salah satu kegiatan positif untuk melestarikan seni tari jatilan. Terutama jatilan, khususnya Jatilan Diponegoro sejauh ini diklaim menjadi ikon budaya dari Kabupaten Bantul

Koordinator Acara, Radyan Sugandi mengatakan acara gelar seni dan budaya tersebut mendapatkan respons yang baik dari warga Singosaren. "Acara ini cukup direspons baik oleh warga sekitar, waktu acara baru mulai penonton sudah kumpul duluan dan menunggu," ujar dia, Kamis (2/1/2020).

Dia mengatakan acara gelar potensi ini sebenarnya sudah sering diadakan, namun beberapa bulan terakhir jarang digelar. Setelah adanya dukungan dari Dispar DIY acara serupa akan rutin digelar.

"Sebelumnya acara seperti ini sudah sering kami gelar, tetapi sempat macet beberapa bulan, akhirnya dengan dukungan Dispar DIY, acara ini bisa terselenggara kembali. Rencananya, acara ini akan kami gelar secara rutin setiap setahun sekali," ucap Radyan.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dispar DIY, Wardoyo, mengatakan Desa Singosaren memiliki potensi seni, budaya, dan pariwisata yang sangat bisa untuk dibina dan dikembangkan. "Singosaren memiliki banyak potensi bagus, seperti tari-tarian, gamelan dan juga jatilan. Jadi sayang sekali kalau tidak didukung. Oleh sebab itu pihak kami mendukung desa-desa yang memiliki potensi untuk dikembangkan," katanya.

Wardoyo berharap dengan adanya dukungan tersebut warga sekitar mendapatkan dampak positif dan juga bisa lebih dikenal lagi oleh wisatawan yang mengunjungi DIY. "Harapannya kegiatan ini bisa berdampak positif bagi warga sekitar, terutama Singosaren. Karena kegiatan seperti juga bisa membantu ekonomi warga tanpa melupakan budaya dan tradisi sekitar," ujar dia.