Tak Hanya Wisatawan, Nelayan Juga Jadi Korban Laka Laut

Proses pencarian nelayan yang hilang, Minggu (15/7/2018). - Ist/Satlinmas Rescue Istimewa Wil 2 Gunungkidul
05 Januari 2020 21:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sepanjang 2019 di kawasan pesisir Gunungkidul tercatat terjadi 90 kejadian kecelakaan laut (laka laut). Berdasar catatan Tim SAR, kecelakaan tak hanya menimpa wisatawan karena nelayan juga ikut menjadi korban.

Dari data SAR Satlinmas di Gunungkidul, 90 kejadian laka laut mayoritas terjadi di wilayah II yang meliputi kawasan Pantai Poktunggal dio Kecamatan Tepus hingga Pantai Gesing, Kecamatan Panggang, dengan 81 kasus. Sedangkan di SAR Satlinmas Wilayah I tercatat sepanjang 2019 ada sembilan kejadian laka laut.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, mengatakan dari 81 kejadian terdapat 109 orang yang menjadi korban. Sebanyak 98 korban dapat diselamatkan, 10 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan satu korban dinyatakan hilang.

Menurut dia, untuk korban mayoritas dialami pengunjung. Namun ada beberapa kejadian laka laut yang melibatkan nelayan dan penduduk lokal sehingga ikut menjadi korban. “Kejadian terakhir di Pantai Slili, pemilik penyewaan body board meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan pengunjung yang terseret ombak,” kata Marjono kepada wartawan, Minggu (5/1/2019).

Dia berharap kepada seluruh pengunjung dan nelayan untuk berhati-hati. Hal ini dikarenakan kondisi di laut tidak bisa diprediksi dan keberadaan rip current atau arus balik air laut berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan. “Harus berhati-hati. Ada baiknya pengunjung bertanya kepada petugas lokasi mana saja yang aman untuk bermain,” katanya.