Ahli Waris Pekerja Padat Karya Sleman Terima Santunan Rp74 Juta dari BPJamsostek
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Warga melintas di Jembatan Rejodani-Prumpung, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik yang kondisinya memprihatinkan, Minggu (5/1/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN--Jembatan Rejodani-Prumpung, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, akan diperbaiki tahun ini. Selain karena mengalami kerusakan, jalan jembatan tersebut akan diperlebar.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Achmad Subhan mengatakan perbaikan jembatan tersebut dilakukan karena kondisinya sudah tidak memadai lagi. Lebar jembatan hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan.
Perbaikan jembatan pernah dilakukan tetapi sifatnya sementara. Baru tahun ini, katanya, Pemkab melakukan perbaikan secara menyeluruh. Jembatan yang dibangun di atas aliran sungai Kali Boyong tersebut dibangun sejak 2004 silam. "Insyaallah tahun ini dikerjakan. Segera kami masukkan dalam penawaran lelang," katanya, Minggu (5/1/2020).
Tidak hanya memperbaiki konstruksi jembatan, pihaknya juga akan melebarkan jalan jembatan. Jika awalnya lebar jembatan hanya enam meter, maka tahun ini akan ditingkatkan menjadi delapan meter. Alasannya, selama ini jembatan tersebut cukup vital untuk menghubungkan sejumlah desa.
Menurut Subhan, Jembatan Rejodani-Primpung merupakan salah satu dari empat jembatan lainnya yang akan diperbaiki tahun ini. Selain Rejodani, tiga jembatan lainnya yang akan diperbaiki adalah Jembatan Pasekan di sebelah timur Pasar Tajem Depok. "Ada juga jembatan Sayidan di wilayah Minggir," katanya.
Supardi, salah seorang warga Rejodani mengatakan perbaikan jembatan tersebut dibutuhkan oleh masyarakat. Tahun 2017 lalu, Warga sempat memprotes agar Pemkab segera memperbaiki fisik jembatan karena beberapa bagiannya waktu itu sudah keropos. "Sudah pernah diperbaiki tapi lebar jembatan belum," katanya.
Jembatan ini, lanjut Supardi, menjadi rute utama warga. Hanya saja saat mobil lewat, harus dilakukan satu persatu. Dia berharap agar Pemkab segera melakukan pelebaran jalan agar nanti dua lajur bisa digunakan untuk kendaraan. "Sudah ramai digunakan, tapi hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan roda empat. Kalau yang dari timur masuk, yang dari barat harus menunggu, antre," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Pemkab Gunungkidul memecat Lurah Bohol Margana setelah kasus korupsi anggaran kalurahan 2022-2024 berkekuatan hukum tetap.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Pemda DIY memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk deteksi dini, pemerataan layanan, dan penghapusan stigma terhadap kesehatan jiwa.
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.