Tanah Bergerak Rawan Terjadi di 15 Kecamatan di Sleman

Warga bergotong royong membenahi rumah warga Losari 2 Wukirharjo Prambanan yang terkena fenomena tanah bergerak, Selasa (7/1/2020). - Ist/dok
08 Januari 2020 06:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Berdasarkan data yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), wilayah Kecamatan Prambanan menjadi salah satu kawasan berpotensi fenomena tanah bergerak.

BPBD Sleman mencatat, dari 17 kecamatan terdapat 15 kecamatan yang rawan mengalami potensi gerakan tanah.

"Hampir seluruh kecamatan ada potensi pergerakan tanah kecuali Minggir dan Sleman. Dari 15 kecamatan itu, ada yang potensinya sedang hingga tinggi potensi gerakan tanah," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, Selasa (7/1/2020).

Berdasar pemetaan, kata Makwan, Kecamatan Prambanan masuk dalam kategori menengah-tinggi. Pada zona menengah, gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau lereng.

"Yang dimaksud kategori kerawanan tinggi, daerah yang dapat mengalami gerakan tanah apabila curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali," kata Makwan.