Jika Terjadi Bencana di Jogja, Evakuasi Lansia dan Difabel Diprioritaskan

Ilustrasi lansia - JIBI
10 Januari 2020 09:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Menghadapi puncak musim hujan, sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengimbau masyarakat saat harus melakukan evakuasi, kelompok rentan khsusunya lansia dan difabel harus diprioritaskan.

Kepala Dinas Sosial Kota Jogja, Agus Sudrajat, menjelaskan lansia dan difabel perlu diprioritaskan dalam penyelamatan karena kemampuan mobilitasnya yang sangat terbatas. "Semoga tidak terjadi, tapi kalau harus evakuasi, diprioritaskan lansia dan didabel," ujarnya, Kamis (9/1/2020).

Ia menuturkan di Kota Jogja terdapat 3.437 difabel dan lebih dari 5.000 lansia yang hampir tidak mampu melakukan aktivitas apa pun, 30% diantaranya berada di lokasi rentan karena berada di bantaran tiga sungai besar, Winongo, Code dan Gajahwong.

Prioritas penyelamatan ini kata dia, sudah dikoordinasikan dengan Badan Penangfulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja dan Tagana. "Meski demikian, masyarakat juga perlu tahu sehingga saat harus melakukan penyelamatan mandiri, mereka sudah siap," ujarnya.

Ia mengungkapkan untuk memfasilitasi para lansia khususnya mereka yang terlantar, pihaknya tahun ini sedang menyiapkan Griya Sejahtera Lanjut Usia (Grisela) yang saat ini telah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). "Harapannya tahun 2021 Grisela sudah bisa terbangun," katanya.

Grisela kata dia, akan difungsikan untuk selain menampung lansia terlantar, juga lansia yang ditinggalkan sementara keluarganya. Ia mencontohkan semisal keluarga sedang keluar kota sehari, maka lansia bisa dititipkan di situ.

“Mimpi kami juga ada layanan privat di Grisela. Tidak salah kan bagi masyarakat yang mampu, untuk membayar. sehingga nanti kami siapkan fasilitasnya. Tapi tidak meninggalkan pelayanan wajib pada lansia terlantar tak berdaya,” jelasnya.