PPPA Raudhatul Jannah Jadi Pionir Wisata Halal di Bantul

Peserta berfoto seusai kegiatan pengajian yang digelar di PPPA Raudhatul Jannah di Dusun Karang, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, akhir Desember tahun lalu. - Istimewa/PPPA Raudhatul Jannah
19 Januari 2020 16:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Keberadaan Pondok Pesantren Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Raudhatul Jannah di Dusun Karang, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, dinilai sebagai salah satu embrio wisata halal di Bantul. Hal ini menjadi bukti bahwa pesantren pimpinan Sidiq Pramana tak hanya fokus pada pendalaman Al-Qur’an dan kitab kajian keislaman, namun juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan pariwisata.

Ketua Kelomok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dusun Karang, Eko Budisantoso, mengatakan pesantren ini berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Pantai Kuwaru sehingga potensial untuk pengembangan wisata. Wisatawan yang datang tidak hanya dapat menikmati objek wisata dan keindahan alamnya, namun mudah mengakses fasilitas pengajian, bahkan pihak pesantren siap mendatangkan penceramah-penceramahnya dari luar.

Dia menambahkan dalam acara diskusi Halal Tourism yang melibatkan akademisi STP AMPTA, dia mengatakan ada beberapa poin penting soal wisata halal. Di antaranya adalah environment management, kemandirian ekonomi, homestay, kuliner, binatu, pengembangan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, praktik ekonomi syariah, pemasaran wisata secara digital, pemberdayaan masyarakat, serta pengoptimalan potensi daerah.

Dia mengatakan konsep wisata halal di Dusun Karang bersama Pesantren Raudhatul Jannah sudah digagas sejak 2016 lalu. Berbagai kegiatan sudah digelar dengan melibatkan banyak pihak, termasuk Pemerintah Pusat. Namun karena keterbatasan dana, sehingga proses pembangunan sejumlah fasilitas masih seadanya.

“Baru ada fasilitas ibadah, belajar Al-Qur’an. Rencana akan membuat paket outbond, paket wisata pantai, paket wisata edukasi, paket wisata budaya, wisata kesenian, dan paket wisata kunjungan ke industri gula merah yanga da di sekitar pesantren,” kata Eko, Minggu (19/1/2020).

Selain itu, imbuh dia, nantinya juga akan dikembangkan wisata olahraga memanah. Pihaknya juga siap mendatangkan penceramah dari luar jika wisatawan menginginkannya. “Kebanyakan yang datang selama ini hanya pengajian dan kami siapkan ustaznya,” kata Eko.

Salah satu komunitas pengajian perempuan yang berkunjung ke Pesantren Raudhatul Jannah adalah An-Nisa Comunity dengan jemaah Masjid Kalimosada Code Kotabaru dan jemaah Masjid Jambusari Condongcatur akhir tahun lalu.

Kehadiran jemaah pengajian tersebut untuk silaturahmi dan mengikuti pengajian. Dalam kesempatan tersebut jemaah memberikan kenang-kenangan kepada santri Pesantren Raudhatul Jannah. “Kami berharap PPPA Raudhatul Jannah bisa mendidik santri-santrinya agar menajdi santri yang berjiwa tanggung dunia akhirat. Artinya tangguh dalam iman dan sukses dunianya dalam membangun ekonomi umat,” kata Ketua An-Nisa Community, Wiwik Sri Martani.

Kepala Desa Poncosari, Supriyanto mengapresiasi peran PPPA Raudhatul Jannah dalam komitmennya untuk membangun ekonomi masyarakat, di antaranya melalui pelatihan pengelolaan sampah dan pupuk pada masyarakat, pengelolaan wisata, hingga berbagai pelatihan kewirausahaan.

Tahun ini Pemerintah Desa Poncosari juga berencana memperbaiki dan melebarkan akses masuk ke Pesantren Raudhatul Jannah, karena jalan yang ada saat ini cukup sempit untuk dilalui kendaraan. Selain itu pemdes juga memberikan bantuan bibit pohon berbagai jenis buah untuk dikembangkan di sekitar pesantren.

“Pesantren ini berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat. Benar-benar menjadi wahana pelatihn. Tak hanya mengajarkan santrinya hafal Al-Qur’an tapi pengembangan ekonomi, dan wisata halal,” kata Supriyanto.