Top Ten News Harianjogja.com Edisi Kamis 27 Agustus 2026
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Kamis (27/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Sultan HB X memberikan keterangan kepada wartawan setelah apel operasi lilin Progo 2018 di Mapolda DIY, Jumat (21/12/2018). /Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta kepada masyarakat DIY agar lebih waspada terhadap gerakan dengan iming-iming untuk mendapatkan sesuatu. Hal itu disampaikan menyusul banyaknya warga yang menjadi korban penipuan Keraton Agung Sejagad (KAS) yang dalam aksinya sempat mengontrak rumah di Sidoluhur, Godean, Sleman.
Meski demikian Sultan tak bisa berbuat banyak terhadap warga yang sudah menjadi anggota KAS. "Ya keyakinan begitu ya mau apa, dulu arep dadi anggota [KAS] ora takon aku [tidak tanya saya]," kata Sultan sembari tersenyum saat dimintai komentar di Kepatihan, Senin (20/1/2020).
Sultan menambahkan masyarakat perlu lebih hati-hati dengan iming-iming seperti kelompok KAS. Apalagi jika warga diminta menyetor sejumlah uang dan dijanjikan mendapatkan keuntungan atau jabatan tertentu.
"Masyarakat hati-hati, soalnya wis diiming-imingi susah [tidak bisa menolak]. Kan tidak hanya itu mengko nyetor duit dengan bunga tinggi yo dilakoni [diminta setor uang dengan bunga tinggi juga mau], ternyata juga kan digowo mlayu, iki piye [uangnya juga dibawa lari]," ujarnya.
Ia meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dengan gerakan semacam itu. Selain itu meminta agar warga lebih kritis ketika mendapati hal yang dinilai mencurigakan, terutama jika mendapati orang tidak dikenal yang tiba-tiba bertamu atau tinggal di lingkungan sekitar.
"Bagaimana mewaspadai menjadi sesuatu yang penting, masyarakat kita sangat mudah percaya dengan orang lain, jadi ya susah. Urung karuan kenal wae dipercoyo [belum tentu kenal saja dipercaya], medayoh [bertamu] itu saya bilang kemarin, ora kenal medayoh [tidak kenal tetapi bertamu], paling kita tanyanya hanya asmane sinten [namanya siapa], saking pundi [dari mana], kita enggak akan bicara yang lain. Karena itu tabu," katanya.
Sultan menilai saat ini masyarakat lebih percaya dengan pihak yang belum tentu kebenaran informasi yang disampaikan. Hal ini tentu harus dihindari demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Begitu ngobrol sampai siang, monggo dahar rumiyin [ditawari silahkan makan], ketuk sore urung mulih ngobrol [ngobrol sampai sore], kulo badhe kesah griyo kulo tebih yen kulo nyepeng ten sedalu dhateng mriki kepareng? [Rumah saya jauh kalau tidur semalam di sini boleh?] Wah njeh monggo [ya silahkan], ngerti-ngerti Densus 88 teko kan mesti kena [tahu-tahu ditangkap Densus 88]," ucapnya.
Tetapi HB X menyadari bukan perkara mudah untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang sangat terbuka dengan kelompok dari luar meski pun belum dikenal. Mereka rata-rata tidak kuasa menolah ketika ada hal-hal aneh di sekitarnya, karena itu hati-hati menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi persoalan ini.
"Masyarakat kita karena terbuka seperti itu pasti kena. Tetapi kan enggak bisa mengubah kebiasaan itu [menjadi] tertutup, satu-satunya cara ya kita sendiri yang harus hati-hati, kita terlalu sangat terbuka masyarakatnya, ora iso nolak [tidak bisa menolak],” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Kamis (27/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Telat ganti oli mobil bisa memicu kerusakan mesin, performa turun, overheating, BBM boros, hingga biaya perbaikan membengkak
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Banjir bandang Nepal menewaskan 616 orang, 2.301 terluka dan 2.500 masih hilang. Tim penyelamat terus mencari korban di perbatasan China
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.