Tega, Bayi Tengah Tertidur Diletakkan di Talut Pinggir Sungai Dekat Kampus UII

Ilustrasi bayi. - Reuters
20 Januari 2020 16:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Seorang bayi ditemukan warga di pinggir jalan Tegalsari Raya, di Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Senin (20/1/2020). Bayi yang terletak di atas taluT tersebut terletak di dalam kardus dan diselimuti dengan kain dan jaket.

Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Haritulasmi mengatakan jika setelah mendapat laporan dari warga mengenai penemuan bayi, pihaknya langsung mendatangi lokasi penemuan. Sang bayi kemudian langsung dibawa ke puskesmas pembantu. Kapolsek kemudian membawa bayi tersebut ke Puskesmas Ngemplak 1 agar bayi perempuan itu bisa mendapatkan perawatan yang intensif.

Wiwik mengatakan, pasca penemuan bayi tersebut pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memerintahkan jajaran reskrim dan intel Polsek Ngemplak untuk mencari orang tua yang tega membuang bayi tersebut.

"Setelah diidentifikasi, alhamdulillah bayi sehat, berat badannya 2,5 kg. Kulitnya putih, mancung, bibirnya tipis, cantik sekali, bayi diduga dibuang pukul 07.00. Masih ada darah dan tali pusarnya, kami mengira bayi itu berumur 3-4 hari," ujar Wiwik, Senin (20/1/2020).

Berdasarkan keterangan dari dokter di puskesmas, kondisi bayi dalam keadaan sehat. Adapun jenis kelamin bayi perempuan, dengan berat badan 2,5 kg, panjang bayi 46 cm.

Kesaksian warga

Susanto, 60, warga yang pertama kali menemukan bayi malang tersebut mengatakan jika ia melihat bayi saat perjalanan ke rumah pak RW sekitar pukul 08.00 pagi.

Bayi tersebut, lanjut Susanto, diletakan tepat di atas talut dan di bawahnya adalah sungai dengan semak belukar yang lebat. Lokasi tersebut memang jauh dari rumah warga. Hanya ada tembok tinggi yang membentang di seberang jalan.

"Waktu itu saya lihat ada kardus. Dalam pikiran saya, kok masih ada yang buang sampah sembarang di sana. Setelah saya cek ternyata itu bayi, saat ditemukan, bayi itu sedang tidur. Kasihan, kok ada yang tega buang bayi tidak berdosa," terangnya.

Temuan bayi tersebut langsung dilaporkan oleh Susanto ke pihak RW setempat, dan diteruskan ke Polsek Ngemplak.

Saksi lainnya, Teguh Rahayu Slamet, ketua RW 06 mengatakan bahwa jalan tempat di mana bayi itu ditemukan biasanya ramai lalu lalang kendaraan oleh mahasiswa. Tapi hari itu sepi karena kampus Universitas Islam Indonesia (UII) yang berada tak jauh dari lokasi kejadian memang sedang libur.

Teguh menambahkan bahwa orang tua yang membuang bayi itu berasal dari luar RW 06. Dugaan itu muncul karena belum lama ini pihaknya baru saja melakukan pendataan. Di sana setidaknya ada 1000 kamar yang dikoskan ke mahasiswa.

"Dari pendataan tidak ada yang mencurigakan. Mungkin dari luar, di bawahnya itu sungai. Salah sedikit saja bayi itu akan jatuh," ungkapnya.