30 Orang Ingin Mengadopsi Bayi yang Ditemukan di Talut Pinggir Sungai Dekat Kampus UII

Ilustrasi bayi. - Reuters
20 Januari 2020 18:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Bayi perempuan yang dibuang di pinggir sungai di Sleman menuai empati dari warga, bahkan berniat mengadopsinya.

Sebelumnya seorang bayi ditemukan warga di pinggir jalan Tegalsari Raya, di Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Senin (20/1/2020). Bayi yang terletak di atas talut pinggir sungai tersebut terletak di dalam kardus dan diselimuti dengan kain dan jaket. Susanto, 60, warga yang pertama kali menemukan bayi malang tersebut mengatakan jika ia melihat bayi saat perjalanan ke rumah pak RW sekitar pukul 08.00 pagi.

Bayi tersebut, lanjut Susanto, diletakkan tepat di atas talut dan di bawahnya adalah sungai dengan semak belukar yang lebat. Lokasi tersebut memang jauh dari rumah warga. Hanya ada tembok tinggi yang membentang di seberang jalan.

"Waktu itu saya lihat ada kardus. Dalam pikiran saya, kok masih ada yang buang sampah sembarang di sana. Setelah saya cek ternyata itu bayi, saat ditemukan, bayi itu sedang tidur. Kasihan, kok ada yang tega buang bayi tidak berdosa," terangnya.

Temuan bayi tersebut langsung dilaporkan oleh Susanto ke pihak RW setempat, dan diteruskan ke Polsek Ngemplak.

Saksi lainnya, Teguh Rahayu Slamet, ketua RW 06 mengatakan bahwa jalan tempat di mana bayi itu ditemukan biasanya ramai lalu lalang kendaraan oleh mahasiswa. Tapi hari itu sepi karena kampus UII yang berada tak jauh dari lokasi kejadian memang sedang libur.

Teguh menambahkan bahwa orang tua yang membuang bayi itu berasal dari luar RW 06. Dugaan itu muncul karena belum lama ini pihaknya baru saja melakukan pendataan. Di sana setidaknya ada 1.000 kamar yang dikoskan ke mahasiswa. "Dari pendataan tidak ada yang mencurigakan. Mungkin dari luar, di bawahnya itu sungai. Salah sedikit saja bayi itu akan jatuh," ungkapnya.

Tak lama selang temuan bayi tersebut, Teguh mengungkapkan bahwa banyak warga yang berempati dan berminat untuk mengadopsi bayi tersebut. Salah satunya adalah adiknya sendiri yang selama 14 tahun berkeluarga belum memiliki keturunan. Walaupun, proses adopsi tersebut dinilainya akan sulit karena akan melalui proses yang panjang. "Warga yang belum punya keturunan ingin mengadopsi," imbuhnya.

Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Haritulasmi juga membenarkan antusias warga dalam mengadopsi bayi tersebut. Menurutnya, sudah ada 30 orang yang mengatakan ingin mengadopsi bayi itu. Namun demikian, pihaknya tidak bisa serta merta menyerahkan bayi malang tersebut untuk diadopsi.

Sebagai seorang perempuan, Wiwik juga tersentuh ketika menggendong bayi itu saat ditemukan. Di dalam kardus terdapat popok. Diduga, orang tua bayi malang tersebut berharap ada orang menemukan bayi tersebut dan merawatnya.

"Harus sesuai prosedur dari dinas sosial. Harus benar-benar diseleksi juga, takutnya dikemudian hari hanya disia-siakan tidak dirawat dengan baik, di dalam kardus hanya ada popok. Bahkan saya sendiri yang mengganti popoknya. Saya menangis saat mengganti popoknya, mungkin karena hati nurani saya yang juga seorang ibu," ungkapnya.

Wiwik lantas memerintahkan jajarannya untuk mencari orang tua bayi malang itu. "Jika ditemukan, maka pelaku akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tutupnya.