Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Underpass Kulur di Temon, Kulonprogo, tergenang air, Minggu (19/1/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, KULONPROGO- Tergenangnya underpass Kulur di Dusun Polodadi, Desa Kulur, Kapanewon Temon membuat lalu lintas warga setempat, truk proyek, dan bus wisata yang menghubungkan Kapanewon Temon, Pengasih, dan Kokap harus mengandalkan pelintasan kereta api di utara Pasar Cikli. Padahal, jalan pelintasan itu hanya muat dilalui satu kendaraan besar.
Petugas penjaga jalan lintasan (PJL) kereta api di Dusun Polodadi, Desa Kulur, Kapanewon Temon, Firman Nur Cahyo menuturkan beban perlintasan kereta api seluas kurang lebih tiga meter itu sangat berat jika underpass Kulur tidak bisa dilalui kendaraan. "Kalau truk lewat itu bahaya ya, apalagi kalau muatannya penuh, sampai goyang-goyang karena jalan menanjak," kata dia pada Harian Jogja, Selasa (21/1/2020).
Menurutnya, truk proyek YIA sering lewat jalur itu selepas mengambil batu dari Kapanewon Kokap menuju Kapanewon Temon. Sementara, bus wisata yang berukuran besar juga melalui jalur itu dari arah Temon maupun Pengasih menuju Kokap.
"Kalau sore sekitar jam 15.00 - 16.00 WIB begitu simpang dekat rel itu penuh dan antrean panjang," kata dia. Padahal, di rel tersebut setiap harinya ada 120 kereta api yang melintas setiap kurang lebih 5-10 menit sekali. Hal ini dirasa penuh risiko, padahal sejatinya underpass dibangun untuk mengurangi beban perlintasan sebidang ini.
Sementara itu, ia juga menyayangkan banyaknya warga setempat yang didominasi anak-anak justru memanfaatkan genangan air di underpass jadi kolam renang. Terlebih, mereka sering melompat dari pinggir rel untuk terjun ke "kolam" musiman itu.
"Saya sih ngeri karena dekat rel, udah saya bilangin tapi banyak yang bandel," kata dia. Sementara itu, Kepala Desa Kulur, Adi Nugroho menuturkan pihaknya sudah menginstruksikan kepada kepala dusun di wilayah itu untuk memantau dan memberi peringatan kepada warga yang melanggar imbauan melintasi underpass.
"Kami sudah beri instruksi ke dukuh," ujarnya. Imbauan itu tak lepas dari antisipasi keselamatan warga, terlebih adanya ancaman penyakit kulit yang menjangkit anak-anak yang berenang di air kotor itu. "Sejauh ini nggak ada [penyakit yang muncul], masih aman-aman saja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.
Moh Zaki Ubaidillah lolos ke perempatfinal Malaysia Masters 2026 usai menang dramatis, sementara Bobby/Melati tersingkir di 16 besar.
Jadwal bola malam ini 21-22 Mei 2026 menghadirkan duel penentuan juara Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Hilal.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.