Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mengusulkan anggaran Rp107 miliar ke Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (KemenPUPR) untuk menyelesaikan pembangunan jalan wisata Kepek-Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari. Hingga saat ini, pemkab tidak memilik banyak anggaran sehingga pembangunan terakhir terlaksana di 2019 lalu.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, sejak dibangun pertama kali di 2017 lalu, rencana pembangunan jalan wisata Kepek-Ngobaran belum bisa terselesaikan. Pasalnya, kelanjutan pembangunan terakhir terlaksana di 2019 lalu dan setelahnya belum ada lagi.
“Anggaran yang dimiliki pemkab masih terbatas sehingga belum bisa menyelesaikan pembangunannya. Total, yang dibangun kurang ruas sepanjang 4,5 kilometer,” katanya, Selasa (17/6/2025).
Meski demikian, Wadiyana memastikan tetap berusaha dan berupaya agar pembangunan jalur wisata pantai ini bisa diselesaikan. Selain berupaya mengakses bantuan melalui dana keistimewaan milik Pemerintah DIY, juga ada upaya meminta bantuan ke Pemerintah Pusat.
“Kita terus berupaya agar jalan Kepek-Ngobaran bisa terselesaikan,” katanya.
Selain itu, juga ada upaya meminta bantuan ke Kementerian PUPR. Di tahun ini, sudah mengajukan bantuan sebesar Rp107 miliar guna menyelesaikan pembangunan jalan Kepek-Ngobaran.
“Detail teknisnya belum tahu karena belum diumumkan. Harapannya bisa diakses melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Tapi kalau tidak bisa, maka bisa lewat dana inpres daerah,” katanya.
Dia optimistis, alokasi anggaran Rp107 miliar bisa diberikan maka pembangunan jalur wisata di Kapanewon Saptosari bisa dilanjutkan. “Yang jelas ada komitmen untuk memerbaiki,” katanya.
Salah seorang warga di Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Triyono mengatakan, jalan baru Kepek-Ngobaran memiliki peran yang sangat strategis untuk pengembangan sektor kepariwisataan di Saptosari. Pasalnya, jika jalur baru bisa diselesaikan maka akses wisatawan jadi lebih mudah.
Menurut dia, jalur menuju pantai saat ini kurang representatif karena terlalu sempit dan banyak tikungan. Akibatnya, kendaraan besar tidak bisa masuk ke kawasan pantai di Saptosari.
“Terlalu sempit makanya jalan baru bisa segera direalisasikan,” katanya.
Triyono mengakui untuk lahan tidak ada masalah karena Pemkab Gunungkidul sudah membebaskan sejak beberapa tahun yang lalu. “Lokasi jalurnya sudah ada, tapi pembangunannya berhenti di tengah jalan. Kalau jalan baru ini bisa diselesaikan, kami menyakini perkembangan wisata di kawasan Pantai Ngobaran bisa lebih cepat lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.