Wapres Ma'ruf Berharap Bandara YIA Bisa Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Asing

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi kiri memaparkan progres pembangunan YIA kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin, di lantai 3 terminal keberangkatan YIA, Jumat (24/1/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
24 Januari 2020 21:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Wakil Presiden Ma'ruf Amin, menilai, Bandara Adisucipto sudah tidak mampu untuk menampung lebih banyak penerbangan sehingga menyulitkan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Jogja. Oleh karena itu, Ma'ruf mengharap, kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA) bisa menjadi solusi atas persoalan tersebut.

"Harapannya tentu pertama kunjungan ke Jogja semakin besar, tidak hanya transit dari beberapa daerah, tapi bisa langsung dari Eropa, China, Amerika. Turis-turis yang akan datang ke Jogja tapi selama ini tak tertampung oleh adanya bandara yang tidak memadai, mereka akan datang ke sini," ujar Wapres kepada awak media saat meninjaunya progres pembangunan YIA, Jumat (24/1/2020).

Ma'ruf menyebut, YIA merupakan bandara dengan fasilitas paling modern, lengkap dan salah satu yang termegah di Indonesia.  Memiliki landasan pacu sepanjang 3.250 x 45 m dengan PCN 107, YIA mampu didarati oleh pesawat komersil berbadan lebar (wide body) terberat (Boeing 777-300 ER) dan terbesar (A-380).

Menurutnya, bandara yang berlokasi di Kapanewon Temon, Kulonprogo ini memiliki desain yang menarik dengan pelbagai ornamen yang menggambarkan budaya Yogyakarta. "Sehingga orang datang ke sini bisa langsung merasakan budaya Yogyakarta," ujarnya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan hingga 19 Januari 2020, progres pembangunan YIA telah mencapai 97,8 persen dan ditargetkan dapat selesai 100 persen pada awal Maret 2020 sehingga total waktu penyelesaian pembangunan YIA ini yaitu 17 bulan, dari waktu kontrak 24 bulan.

Dijelaskan Faik, pada 29 Maret, seluruh penerbangan di Bandara Adisutjipto akan dialihkan ke YIA, kecuali penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal yang menggunakan pesawat propeller, serta penerbangan VIP menggunakan pesawat jet pribadi.

Selain itu, pada 29 Maret, YIA akan beroperasi 24 jam dari yang sebelumnya hanya beroperasi 12 jam dari pukul 06.00 - 18.00 WIB. Sementara, jam operasi Bandara Adisutjipto Yogyakarta akan berubah dari sebelumnya pukul 05.00 - 21.00 WIB, menjadi pukul 05.00 - 18.00 WIB.

Keberadaan YIA, lanjut Faik Fahmi, akan meningkatkan perekonomian melalui pengembangan destinasi pariwisata Jawa Tengah dan sekitarnya di mana Borobudur menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas.

YIA nantinya juga didukung aksesibilitas multimoda seperti jalan tol dan kereta bandara yang akan terhubung langsung dengan bandara. Saat ini, YIA didukung moda transportasi umum seperti Damri, SatelQu, taksi bandara, taksi online, dan kereta dari stasiun terdekat Stasiun Wojo yang dapat ditempuh 10 menit dari bandara. Pilihan moda transportasi ini akan semakin memudahkan para penumpang pengguna jasa bandara.

Sejak awal beroperasi pada 6 Mei 2019 hingga akhir Desember 2019, YIA telah melayani lebih dari 232.000 penumpang dan 2.568 pergerakan pesawat dengan 13 rute domestik tujuan Denpasar, Banjarmasin, Palembang, Jakarta (Cengkareng dan Halim Perdanakusuma), Palangkaraya, Batam, Banjarmasin, Samarinda, Tarakan, Pontianak, Makassar, dan Kualanamu. Sedangkan, jumlah penerbangan di Bandara Adisutjipto sebanyak 150 penerbangan domestik dan 8 penerbangan internasional.