Drama Adu Penalti! Swiss Singkirkan Kolombia, Tantang Argentina
Swiss lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Kolombia via penalti 4-3. Berikut hasil, analisis, dan prediksi vs Argentina
Foto ilustrasi. /Antaranews
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman akan menambah jumlah cermin cembung di sejumlah titik. Penambahan rambu lalu lintas tersebut akan difokuskan di titik-titik rawan kecelakaan.
Kepala Dishub Sleman, Mardiyana mengatakan pengadaan cermin cembung sebenarnya dilakukan setiap tahun. Selain inisiatif Dishub, pihaknya juga menerima masukan dari masyarakat agar persimpangan tertentu dilengkapi dengan cermin cembung.
"Tahun ini kami melelang pengadaan cermin cembung. Jumlahnya sekitar 60 unit. Saat ini masih dalam proses lelang," kata Mardiana kepada Harianjogja.com, Senin (27/1/2020).
Total anggaran yang disediakan untuk pengadaan cermin cembung tersebut sebesar Rp415 juta. Cermin ccembung tersebut, kata Mardiana memiliki fungsi yang cukup vital bagi pengguna jalan. "Salah satunya untuk menghindari terjadinya kecelakaan di persimpangan. Terutama di kampung-kampung," katanya.
Pemilihan lokasi untuk pemasangan cermin cembung, kata Mardiana, tidak dilakukan secara serampangan. Sebelum dipasang, Dishub sudah lebih dulu melakukan survei untuk menentukan perlu tidaknya persimpangan tersebut dipasang cermin cembung. "Jadi tidak setiap ada persimpangan langsung dipasang cermin cembung. Kami tentu lakukan survei lapangan," kata dia.
Setiap tahun pengadaan cermin cembung dilakukan antara 60-100 unit. Pengadaannya tergantung dari banyak tidaknya permintaan dari masyarakat. "Kami berharap dengan semakin bertambahnya rambu lalu lintas maka angka kecelakaan dapat semakin menurun," harapnya.
Dia berharap masyarakat ikut menjaga rambu dengan baik. Karena ada sebagian cermin cembung dan rambu lainnya yang dipasang kondisinya malah dicorat-coret. "Jadi kami berharap agar masyarakat ikut menjaga rambu yang ada. Kalau rusak atau kotor nanti tidak sesuai dengan fungsinya," ujarnya.
Terpisah, Suherman warga Pokoh Wedomartani Kecamatan Ngemplak berharap setiap persimpangan jalan yang menghubungkan jalan kampung ke jalan raya dilengkapi dengan cermin cembung. Pasalnya, setiap hari jalan alternatif yang menghubungkan jalan Tajem ke Jalan Kakiurang tersebut ramai dengan kendaraan bermotor.
"Setiap persimpangan perlu dipasang cermin cembung. Setidaknya ada empat titik yang perlu dilengkapi cermin embung. Mudah-mudahan tahun ini dipasang cermin cembung," katanya.
Sayangnya, kata dia, tidak semua titik persimpangan dilengkapi dengan cermin cembung. Padahal cermin tersebut dinilai penting agar tidak terjadi kecelakaan. "Soalnya jalan ini semakin lebar dan banyak dimanfaatkan oleh pengendara yang mau ke jalan Kaliurang atau jalan Magelang sebagai alternatif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Swiss lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Kolombia via penalti 4-3. Berikut hasil, analisis, dan prediksi vs Argentina
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab mengoptimalkan PAD melalui digitalisasi retribusi, pemanfaatan aset daerah, hingga pengembangan potensi ekonomi di sekitar.
PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menghangatkan dunia modifikasi Indonesia melalui gelaran modifikasi sepeda motor terbesar yakni Honda Modif Contest (HMC)
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.