Dewan Ingin Kayu dari Kulonprogo Tak Dijual Mentah-mentah

29 Januari 2020 01:27 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo menilai tingginya potensi produksi kayu di Perbukitan Menoreh belum dioptimalkan dalam pengolahannya. Hal itu membuat mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk bisa melihat peluang ini.

Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo, Septi Nur Anggraeni menuturkan setiap bulan ada 100 truk bermuatan kayu gelondongan dari Perbukitan Menoreh yang dikirim ke sejumlah kawasan di Jawa Tengah, seperti Purworejo, Wonosobo, hingga Jepara. Meski begitu, kayu masih saja dikirim secara mentah sebagai bahan baku kerajinan kayu di Jawa Tengah.

Padahal, menurutnya ada potensi pengolahan kayu gelondong menjadi bentuk lain yang dapat meningkatkan nilai jual sekaligus perekonomian masyarakat. "Kami dorong masuknya investor industri kayu dan meubel ke kawasan Bukit Menoreh," kata Septi, Selasa (28/1/2020).

Dorongan ini tak hanya dimaksudkan Septi untuk mengeruk potensi sumber daya alam Bumi Menoreh, melainkan juga mengembangkan kesejahteraan warga. "Investor bisa fasilitasi pengembangan industri pengolahan kayu untuk kesejahteraan petani dan rakyat kecil," ujar politisi PDI Perjuangan ini. Ia tak ingin kayu dari Kulonprogo hanya terus menerus jadi bahan baku kerajinan di daerah lain tanpa bisa mengolahnya sendiri.

Kurang optimalnya pengelolaan kayu ini juga menjadi perhatian Ketua II DPRD Kulonprogo, Lajiyo Yok Mulyono. Menurutnya pemanfaatan hasil produksi kayu di Menoreh masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan.

Ia merinci, ada beberapa wilayah di kawasan Bukit Menoreh yang menjadi penghasil kayu di Kulonprogo, yakni Kapanewon Kokap, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, dan sebagian di Kapanewon Pengasih.

Saat ini, ia melihat hasil produksi kayu dari Kulonprogo dijual secara gelondongan ke wilayah Jawa Tengah yang menjadi pusat kerajinan kayu. "Lebih baik Pemkab Kulonprogo mendatangkan investor industri kayu untuk mengolah kayu," kata Lajiyo.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan investasi di bidang pengolahan kayu sangat penting, terlebih sumber dayanya dirasa melimpah tak akan habis. Selain mengoptimalkan potensi lokal, industri kayu ini dapat meningkatkan nilai jual kayu, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Bukit Menoreh.

"Kalau hanya dijual gelondongan tidak akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Untuk itu, perlu adanya investor bidang pengolahan kayu, sehingga membuka lowongan pekerjaan, ekonomi masyarakat terangkat, dan kesejahteraan masyarakat meningkat," katanya.