Peserta dan Cabang Seni Art for Children Tahun Ini Kian Meningkat

Salah satu pementasan saat pembukaan program bimbingan seni, Art For Children (AFC) 2020 di Concert Hall TBY, Minggu (2/2/2020). - Harian Jogja/Sunartono
02 Februari 2020 22:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali membuka program bimbingan seni bertajuk Art For Children (AFC) 2020 di Concert Hall TBY, Minggu (2/2/2020). Peserta bimbingan seni ini dari tahun ke tahun terus bertambah. Tahun ini jumlahnya mencapai 900 anak.

Mengawali pembukaan itu ditampilkan seni komedi AFC yang merupakan hasil improvisasi anak-anak sekaligus untuk meningkatkan dialognya secara spontan. Komedi berjudul Klithih Oh Klithih itu cukup menghibur penonton yang didominasi peserta AFC 2020 dan para orangtua. Komedi itu dimainkan sekitar 10 hingga 15 anak usia PAUD hingga TK dan SD yang mencoba menyampaikan pesan tidak adanya manfaat anak yang tergabung di klithih. Mereka meminta lebih baik mengikuti berbagai kegiatan seni di TBY ketimbang bergabung di geng yang tidak jelas.

Kepala TBY Diah Tutuko Suryandaru mengatakan pembukaan AFC 2020 mengawali agenda TBY 2020 berkaitan dengan pembelajaran untuk seni bertajuk Art For Children atau AFC. Minat anak-anak untuk mengikuti pembelajaran melalui AFC ini terus meningkat, begitu juga dengan jumlah cabang seni terus diupayakan untuk ditambah. “Peserta AFC 2020 terus meningkat dari tahun ke tahun, saat ini mencapai 900 anak terdaftar anggota di 2020. Selain itu cabang seninya juga terus meningkat dari tahun ke tahun, peningkatan AFC terus terjadi,” ujar dia, Minggu.

Dia mengatakan generasi muda saat ini mulai memahami dengan memperoleh sentuhan seni di luar materi pembelajaran yang didapatkan di sekolah. Dia menilai tingginya minat anak di bidang seni ini tergolong luar biasa. Apalagi anak-anak ini perlu ada sentuhan seni budaya yang harus dilestarikan. Pada waktunya nanti diharapkan ke depan anak-anak ini sudah mulai berani, sejak kecil tampil di panggung untuk dilihat orang banyak. “Ini merupakan penanaman mental anak di awal yang ke depan akan meningkat ditambah ilmu yang diterima di pembelajaran di sekolah,” katanya.

Cabang seni yang diajarkan dalam AFC 2020 antara lain seni tari klasik, seni tari kreasi baru, seni vokal, seni musik, seni rupa program dua dimensi dan tiga dimensi, seni kriya batik, seni teater. Selain itu ada seni karawitan, pantomim, seni sastra dan seni komedi. Sedangkan jumlah pengajar AFC setiap cabang berjumlah antara dua hingga lima orang.

Salah satu orang tua peserta AFC, Dwi Kusumawardani berharap anaknya bisa meningkat kreativitas seninya saat mengikuti AFC. Dia sangat mendukung program itu dan menyerahkan sepenuhnya putranya untuk dibimbing. “Saya menitipkan kepada instruktur, semoga anak-anak kami bisa berkembang dalam hal seni menjadi lebih baik,” katanya saat mewakili orang tua peserta AFC.