Bahayakan Pelintas, Jembatan Serut Segera Dibongkar

Ilustrasi Jembatan - JIBI
03 Februari 2020 21:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jembatan Serut yang terletak di Desa Serut, Kecamatan Gedangsari, dinilai sudah tak layak dan membahayakan warga yang melintas. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul menyiapkan anggaran Rp2,2 miliar untuk membangun jembatan baru.

Kabid Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Agustinus Setyo Koordijanto, menjelaskan jajarannya menyiapkan satu paket lelang dalam pengerjaan jembatan yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gunungkidul tersebut.

"Proses lelang digelar Maret mendatang, sedangkan pengerjaan dimulai Maret atau April, pokoknya harus selesai di tahun ini," kata Agustinus saat dihubungi wartawan, Senin (3/2/2020).

Ia menjelaskan pengerjaan jembatan tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan pengadaan barang dan jasa. Jembatan tersebut nantinya akan dibangun dengan ukuran 15 meter x 7 meter.

Agustinus menjelaskan pembangunan jembatan tersebut akan dikebut, mengingat fungsinya sangat vital dan strategis, yakni menghubungkan wilayah Gedangsari di Gunungkidul dengan wilayah Klaten, Jawa Tengah. Untuk tahun ini, proyek Jembatan Serut merupakan satu-satunya proyek jembatan yang ditangani DPUPRKP Gunungkidul.

"Jembatan ini merupakan objek vital bagi warga sekitar, sehingga diharapkan dengan kehadiran jembatan baru mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat," katanya.

Kepala Seksi Pemeliharaan DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, tak menampik penggantian jembatan tersebut dilakukan dengan alasan sudah tak layak yang berimbas pada keselamatan pengguna jalan. Melihat fungsinya yang cukup vital, penggantian tersebut masuk dalam kategori urgen atau sangat mendesak. "Usia bangunan jembatan lama sudah sangat tua, dan secara teknis jembatan tersebut sudah sangat membahayakan warga yang melintas dan harus segera diganti," kata dia.