Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Kasubdit IV Pidter Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP M. Qori Oktohandoko (dua dari kiri) menunjukan barang bukti alat berat dan truk yang digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal, di halaman Mapolres Gunungkidul, Senin (3/2/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY membongkar praktik penambangan ilegal di Dusun Ngentak, Desa Candirejo, Kecamatan Semin. Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua tersangka yakni JS, 46, warga Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dan DA, 46, warga Girimulyo, Kulonprogo.
Kasubdit IV Pidter Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP M. Qori Oktohandoko, mengatakan praktik penambangan ilegal diungkap pada Jumat (24/1/2020). Saat itu, di sekitar lokasi ditemukan kegiatan pengerukan batu cadas menggunakan ekskavator. Saat digerebek, para pelaku tidak bisa menunjukkan izin penambangan. “Langsung kami tangkap dan setelah melalui proses penyelidikan kami tetapkan JS dan DA sebagai tersangka,” kata Qori kepada wartawan di Mapolres Gunungkidul, Senin (3/2/2020).
Hasil dari pemeriksaan kedua tersangka memiliki peran berbeda. Tersangka JS merupakan penanggung jawab dalam aktivitas penambangan, sedankan DA berperan sebagai pemilik alat berat untuk penambangan. Keduanya dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang No.4/2009 tentang Mineral Batu Bara Jo KUHP pasal 55. “Sudah ditahan dan keduanya terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar,” katanya.
Menurut Qori, dari aktivitas penambangan ini dalam sehari dapat mengangkut batu cadas hingga 30 rit. Harga per rit dipatok Rp200.000-Rp350.000 untuk sekali angkut. “Ada dugaan batu cadas dijual ke wilayah Jawa Tengah. Untuk saat ini kami masih mengembangkan kasus tambang ilegal ini,” katanya.
Dia menegaskan upaya penegakan hukum terhadap aktivitas tambang tanpa izin tidak hanya dilakukan di Gunungkidul karena seluruh wilayah DIY juga diberlakukan hal sama. “Tunggu saja, nanti akan kami ungkap kasus yang lainnya,” kata Qori.
Selain para tersangka, polisi juga menyita satu ekskavator, dua unit dump truk pengangkut material batu cadas dan sebuah buku harian berisi catatan aktivitas penambangan. “Untuk pencegahan aktivitas penambangan ilegal kami juga meminta masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengawasan. Jika ada temuan silakan laporkan dan kami siap menindaklanjutinya,” kata Qori.
Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana, mengatakan barang bukti aktivitas penambangan ilegal diamankan di Mapolres. Untuk pengungkapan, jajarannya siap membantu tim dari Polda DIY. “Kami siap menindak aktivitas penambangan tanpa izin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Supermarket bangunan dan elektronik di Berbah terbakar Kamis siang. Sekitar 20 armada damkar dikerahkan, ratusan kendaraan ikut terbakar.
Cek jadwal SIM Keliling Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
DPRKPLH Temanggung menemukan kapasitas IPAL SPPG Tegalurung I belum mencukupi. Perbaikan dan pemeriksaan lanjutan segera dilakukan.
Fuad Hasan Masyhur membantah uang US$500.000 yang disita dari rumahnya merupakan keuntungan penyelenggaraan ibadah haji.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 2 Oktober 2026 lengkap tiap stasiun. KRL berangkat mulai 05.05 WIB dengan tarif Rp8.000.