Jadi Pelopor RW Siaga di Kota Jogja, Ini Inovasi yang Dilakukan Warga Purwokinanti

Ekspos RW Siaga Kelurahan Purwokinanti, Rabu (5/2/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
06 Februari 2020 03:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Dalam mengupayakan kesehatan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tidak bisa bergerak sendiri. Dukungan warga dengan aksi mandiri sangat dibutuhkan. Hal ini lah yang coba dilakukan warga di Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman, dengan RW siaga.

Camat Pakualaman, Cagya Wijaya, menjelaskan RW Siaga merupakan inovasi warga untuk meningkatkan upaya pencegahan penyakit dengan memetakan data warga dan menjalankan kegiatan hidup sehat di setiap RW. "Kita perlu selalu lebih mencermati kondisi kesehatan tingkat wilayah bahkan sampai tingkat RT," ujarnya, Rabu (5/2/2020).

Menurutnya, keberadaan data RW Siaga sangat penting. Hal ini merupakan kesiapsiagaan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan. "RW Siaga menjadi upaya partisipasi masyarakat yang perlu kita apresiasi, karena Purwokinanti menjadi pelopor program ini," ucapnya.

Ketua RW Siaga RW 03 Purwokinanti, Sigit Hartono, menuturkan di RW 03 terdapat beberapa program terkait upaya kesehatan, di antaranya posyandu lansia dan posyandu anak. Di kegiatan itu, selain penimbangan juga disisipi kegiatan menarik seperti games yang di dalamnya terdapat pengetahuan baru tentang kesehatan.

"Misalnya mengenai kesehatan anak, merawat anak. Kita juga bisa memberi asupan apa yang ada dalam sistem semisal parenting atau pola asuh anak. Balita suatu saat kita ajak keluar, museum atau taman, sehingga bisa mengajarkan banyak hal," ungkapnya.

PLT Dinas Kesehatan Kota Jogja, Tri Mardoyo, menuturkan Ekspos RW Siaga memang baru ada di Purwokinanti. "Bahkan tingkat nasional mungkin belum ada. Ini menjadi inovasi yang kalau bisa dikembangkan di daerah lain akan luar biasa," ujarnya.

Ekspos akan menggugah kalau informasi kesehatan masyarakat sangat dibutuhkan. RW Siaga kata dia, mewadahi kegiatan masyarakat di bidang kesehatan, agar mampu mandiri. "Mandiri bukan berarti kalau sakit diobati sendiri, tapi memahami untuk mencegah penyakit," katanya.

Selain itu, warga juga diharapkan mampu memahami apa yang harus dilakukan ketika sudah terserang penyakit. Meski demikian, pemerintah tetap memfasilitasi dengan BPJS Kesehatan. Maka RW Siaga menjadi pendukung untuk fasilitas ini.

Di samping itu, upaya pencegahan penyakit juga perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, penyakit khususnya yang tidak menular disebabkan oleh pola hidup tidak sehat. "Misal hipertensi, kanker, dan lainnya sebenarnya bisa dicegah, makan sehat, tidak merokok dan lainnya," ujarnya.

Lingkungan juga perlu diperhatikan seperti memastikan tidak ada tempat yang berpotensi berkembangnya sarang nyamuk. Melalui RW Siaga ini, pengurus bisa memberi pendidikan kepada masyaralat soal pentingnya menjaga lingkungan.